Rabu 06 November 2019, 07:40 WIB

Kunyit dan Serbuk PK Mampu Deteksi Jajanan Sehat

(Rif/H-2) | Humaniora
Kunyit dan Serbuk PK Mampu Deteksi Jajanan Sehat

ANTARA/RENO ESNIR
UJI SAMPEL JAJANAN SEKOLAH

 

MARAKNYA pedagang makanan dan minuman di kawasan Sekolah Dasar Negeri 03 Cempaka Putih, Jakarta, membuat para guru gelisah dengan kesehatan tubuh para muridnya. Meski sudah sering diperingatkan, tetap saja para murid membeli jajanan yang belum terjamin mutunya itu.

Bayang-bayang kegelisahan tersebut masih terus menghantui, hingga akhirnya kelompok dokter kecil di sekolah berinisiatif memberikan edukasi dengan cara praktik.

"Jadi, kita melalui dokter kecil berinisiatif melakukan pengujian tentang cara menguji makanan yang mengandung boraks dan formalin," kata salah seorang guru SDN 03 Cempaka Putih, Devi, saat di temui di Pameran Dancow Kreasi Anak Indonesia, Jakarta, kemarin. 

Setelah melakukan penelitian sejak Februari 2019, akhirnya Devi bersama tiga siswi kelas 5 SDN 03 Cempaka Putih yang diberi nama Tim Detektif Borlin, yakni Marsha, Putri, dan Vio berhasil menemukan cara edukasi yang tepat kepada sesama rekan mereka di sekolah. Media yang digunakan ada dua, yaitu kunyit untuk mengetahui kandungan boraks dan serbuk permanganas kalium (PK) untuk mendeteksi formalin.

"Makanan yang ingin diuji mulanya harus dilarutkan, kita haluskan dulu dan kita kasih air. Kalau sudah dilarutkan kita teteskan pada wadah berwarna putih dan menyerap seperti kertas tisu atau kapas, kalau untuk boraks kita teteskan juga ekstrak kunyit, teteskan di atasnya. Kemudian, kita tunggu sekitar 5-10 menit," jelasnya.

Perubahan warna menjadi indikator apakah jajanan tersebut mengandung boraks atau formalin. Untuk makanan yang mengandung boraks, jika diteteskan larutan kunyit, akan berwarna merah kecokelatan. Kalau kandungan formalinnya tinggi, makanan itu akan berubah warna semakin bening.

Ide tersebut berhasil menyabet penghargaan tingkat nasional dengan predikat Juara 1 Bidang Nutrisi pada ajang Dancow Kreasi Anak Indonesia (DKAI) 2019 dan menyadarkan para siswa di SDN 03 Cempaka Putih untuk mengurangi konsumsi jajanan sembarangan.

Business Executive Officer Dairy PT Nestle Indonesia Windy Cahyaning Wulan menjelaskan, program ini merupakan komitmen mereka untuk menggelar kegiatan positif dan edukatif bagi anak Indonesia. "Kami percaya anak-anak Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai inovator masa depan," ucap Windy.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud, Khamim, mengatakan program DKAI 2019 melatih para siswa untuk dapat mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antarsesama.

"Selain kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial, mereka juga dapat membangun kepribadian yang berkarakter dan calon pemimpin Indonesia yang hebat di masa depan," ucapnya. (Rif/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More