Selasa 05 November 2019, 23:30 WIB

Viral Ancam Sopir Pakai Sajam, Pak Ogah Jembatan Tiga Diciduk

Antara | Megapolitan
Viral Ancam Sopir Pakai Sajam, Pak Ogah Jembatan Tiga Diciduk

Ilustrasi
Ancam Sopir Pakai Sajam, Pak Ogah Jembatan Tiga Diciduk

 

SUBDIT Jatanras Polda Metro Jaya menangkap seorang 'Pak Ogah' berinisial E alias A karena melakukan pemalakan dengan senjata tajam kepada pengguna jalan di Jembatan Tiga, Jakarta Utara.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP I Gede Nyeneng, mengatakan kejadian pemalakan ini sempat viral di media sosial. Kemudian berbekal laporan sopir yang menjadi korban pemalakan dan video viralnya, tersangka akhirnya bisa dibekuk.

"Kasus terjadi 30 Oktober 2019 kemudian dari kejadian ini ternyata viral 31 Oktober. Karena viralnya ini Direktorat Reskrimum Polda Metro menyelidiki. Pada 1 November 2019 tersangka berhasil diamankan dan ditangkap," kata Gede Nyeneng di Polda Metro Jaya, Selasa (5/11).

Dalam kesempatan yang sama, Kanit IV Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKP Iskandar, mengatakan, tersangka tinggal tidak jauh dari TKP dan kerap melakukan aksi pemalakan seorang diri.

"Tersangka melakukan aksinya sendiri dan meminta uang kepada sopir, salah satunya sopir mobil pikap yang dikendarai ES yang mau memutar," kata Iskandar.


Baca juga: Mobil Halangi Tamu Negara Gunakan Pelat Nomor Palsu


Kejadian berawal ketika korban yang mengendarai mobil pickup sedang berputar arah dan dimintai uang sebesar Rp5 ribu oleh tersangka.

Saat korban menolak memberikan uang, tersangka kemudian mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban. Korban yang tidak bisa melawan akhirnya merelakan ponsel dan uang sebesar Rp 50 ribu dirampas tersangka.

"Tersangka memaksa meminta uang Rp5 ribu tapi tidak diberi oleh sopir lalu dia mengancam pakai sajam dan berhasil ambil Rp50 ribu dan ponsel," ujar Iskandar.

Kepada polisi, tersangka mengaku baru sekali melakukan pemalakan, namun polisi masih mendalami keterangan tersangka karena berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersangka sudah sering melakukan aksinya.

"Dia baru mengaku sekali tapi masih kita dalami, berdasarkan laporan masyarakat dia sudah sering beraksi di TKP," ujar Iskandar.

Menurut pengakuan tersangka uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 7 tahun. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More