Rabu 06 November 2019, 06:50 WIB

Membekali Ilmu Keguruan ke Prajurit

(Atikah Ishmah W/H-1) | Humaniora
Membekali Ilmu Keguruan ke Prajurit

MI/ATIKAH ISHMAH WINAHYU
PELATIHAN TNI MENJADI GURU

 

PEMERATAAN di bidang pendidikan memang perlu terus diupayakan. Jangan bayangkan kondisi pendidikan yang ada di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) sama dengan di kota.

Selain minimnya fasilitas pendidikan, masalah kekurangan tenaga guru selalu melingkupinya. Untuk menyiasati hal itu, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para prajurit TNI di Padang, Sumatra Barat.

"Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi prajurit TNI agar dapat membantu mengajar di satuan pendidikan daerah 3T di Kalimantan Barat," ujar Dirjen GTK Supriano saat meninjau pembekalan itu.

Kegiatan yang digelar hingga Jumat (8/11) ini diikuti 450 prajurit TNI dari Batalyon 133 Yudha Sakti, Sumbar. Para peserta dibagi ke dalam sembilan kelas dan dibekali lima materi sejak pukul 07.15 hingga petang, yaitu pendidikan karakter, bela negara, calistung, kecakapan hidup, dan kepanduan. Ada 16 narasumber yang memberikan pembekalan, dari Kemendikbud dan perguruan tinggi.

Supriano menambahkan, kehadiran prajurit di kawasan 3T diharapkan dapat membantu satuan pendidikan yang kekurangan guru karena lokasi yang sulit dijangkau. "Para prajurit sebagai pelengkap bukan pengganti guru. Ketika di satuan pendidikan tidak ada guru, kami mohon prajurit bisa mengisi kekosongan sambil menunggu guru yang akan dikirim Kemendikbud," kata Supriano.

Eka Adi Surya, 23, anggota TNI yang turut menjadi peserta bimtek mengakui pembekalan yang diikuti memberinya gambaran tentang langkah dan materi apa yang harus dia lakukan jika 'menjadi guru' di daerah perbatasan.

"Saya ingin mengajar tentang bela negara dan kewarganegaraan jika nanti diminta untuk membantu mengajar di Kalimantan Barat," ucap Eka yang mengaku sudah menyiapkan fisik dan mentalnya jelang bertugas ke kawasan 3T pada 27 November mendatang. (Atikah Ishmah W/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More