Rabu 06 November 2019, 05:35 WIB

Persepsi dan Ekspektasi Konsumen Tetap Positif

(RO/Ifa/E-2) | Ekonomi
Persepsi dan Ekspektasi Konsumen Tetap Positif

MI/PANCA SYURKANI
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (13/9).

 

SURVEI konsumen Bank Indonesia (BI) pada Oktober 2019 mengindikasikan optimisme konsumen yang tetap terjaga meskipun melemah. Hal itu terlihat dari indeks keyakinan konsumen (IKK) yang tetap berada dalam zona optimistis atau di atas 100, yakni sebesar 118,4, meskipun lebih rendah daripada bulan sebelumnya yang sebesar 121,8.

Konsumen yang tetap optimistis itu ditopang oleh persepsi yang tetap positif terhadap kondisi ekonomi yang sedang berjalan dan ekspektasi ke depan.

"Hal itu tecermin dari indeks kondisi ekonomi saat ini dan indeks ekspektasi kondisi ekonomi yang berada dalam zona positif meskipun mengalami pelemahan," kata Departemen Komunikasi BI dalam info terbarunya di Jakarta, kemarin.

Indeks ekspektasi konsumen yang menurun terutama disebabkan oleh indeks penghasilan dan indeks ketersediaan lapangan kerja yang lebih rendah.

Indeks ekspektasi kondisi ekonomi juga menurun, terutama disebabkan oleh penurunan indeks ekspektasi kegiatan usaha pada enam bulan mendatang.

Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang, yakni Januari dan April 2020.

Hal itu terindikasi dari indeks ekspektasi harga 3 bulan dan 6 bulan mendatang yang lebih tinggi daripada bulan sebelumnya.

Tekanan kenaikan harga 3 bulan mendatang dipengaruhi oleh perkiraan permintaan barang dan jasa yang meningkat pada awal 2020. Adapun tekanan kenaikan harga 6 bulan mendatang diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa menjelang bulan puasa pada akhir April 2020.

Kemarin, BI juga menerbitkan keterangan resminya perihal perpanjangan kontrak kerja sama keuangan bilateral antara BI dan Monetary Authority of Singapore (MAS). Nilai kerja sama tersebut mencapai US$10 miliar untuk periode satu tahun ke depan. (RO/Ifa/E-2)

Baca Juga

Dok.CIMB

Kuartal 1 2020, Aset CIMB Niaga Finance Naik 64%

👤Raja Suhud 🕔Selasa 02 Juni 2020, 07:00 WIB
Di tengah pandemi covid-19 ini, aplikasi digital bisa menjadi solusi bagi calon debitur untuk tetap produktif walaupun berada di...
ANTARA FOTO/Fauzan

Ekonomi AS Mulai Membaik, Harga Emas Turun Tipis

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:57 WIB
Namun penurunan emas tertahan di tengah meningkatnya gesekan antara Washington dan Beijing, protes di Amerika Serikat atas rasisme, serta...
Johannes EISELE / AFP

Wall Street Dibuka Tergelincir di Tengah Kerusuhan Sipil di AS

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:25 WIB
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 106,48 poin atau 0,42 persen menjadi 25.276,63. Indeks S&P 500 merosot 6,97 poin atau 0,23...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya