Selasa 05 November 2019, 20:49 WIB

Jeritan Malam, Horor dari Thread Sensasional Kaskus

Fathurrozak | Weekend
Jeritan Malam, Horor dari Thread Sensasional Kaskus

MI/Ramdani
Aktor Herjunot Ali, Cinta Laura, dan Indra Brasco, berkunjung ke Media Indonesia, Selasa (6/11), untuk mempromosikan film Jeritan Malam.

Jeritan Malam, film horor yang dibintangi Herjunot Ali dan Cinta Laura Kiehl, diangkat dari thread populer di Kaskus dan diklaim berdasarkan kisah nyata.

Film ini merupakan pengembangan dari thread milik Ade Prihatin di Forum Kaskus, pada 2015. Sebelum akhirnya menjadi buku, justru terlebih dahulu dikembangkan menjadi skenario oleh rumah produksi Soraya Intercine Films.

"Gue sempat baca threadnya di tahun 2017. Biasanya kan dari novel dulu baru ke skenario. Kalau ini, dari thread development ke skenario, lalu baru novelnya. Selama proses penggarapan, kita enggak pernah ketemu sama penulisnya. Memang dianya enggak bisa dan enggak mau ditemui. Baru ketemu sewaktu konferensi pers peluncuran novel beberapa waktu lalu," cerita Herjunot Ali saat media visit para pemeran Jeritan Malam ke redaksi Media Indonesia, Selasa, (5/11).

Dalam film yang akan tayang pada 12 Desember mendatang itu, Junot menjadi Reza, seorang pegawai baru di sebuah perusahaan di daerah Jawa Timur. Ia berteman dengan Minto (diperankan Indra Brasco), dan Indra (diperankan Winky Wiryawan). Dalam perjalanannya, ia menggali suatu misteri di mess tempat mereka tinggal.

Film ini juga menghadirkan Cinta Laura Kiehl yang beradu akting dengan Junot sebagai Wulan. Wulan merupakan karakter perempuan berdarah Sunda yang kuliah di Jakarta dan menjadi kekasih Reza.

"Meski aku berperan sebagai perempuan berdarah Sunda, di film ini tokohnya hidup di era sekarang (tahun 2007). Dan dia kuliah di Jakarta, jadi ya seperti karakter kebanyakan lainnya yang lebih akrab menggunakan berbahasa Indonesia. Tidak ada dialog (berbahasa) Sunda," ungkap Cinta Laura.


Memandikan keris
Junot yang bermain sebagai pemeran utama menganggap Jeritan Malam menjadi suatu perjalanan yang ia lalui. Film yang memang mengangkat klenik kejawen ini bersinggungan dengan beberapa ritus adat.

"Secara logisnya ini bisa dikatakan sebagai journey. Journey yang enggak bisa ngomong langsung percaya atau enggak percaya. Saya baru percaya kesurupan aja kemarin, sewaktu syuting pas ada kru yang mengalami."

Ia melanjutkan, "Ini bukan cuma soal kearifan lokal ya. Di luar negeri juga ada. Bahkan ada seriesnya di layanan streaming. Jadi metafisika itu ada. Ini terjadi sama aku yang saat syuting masuk ke gua, rasanya kayak ada yang menekan. Mau believing scientology tapi itu ya enggak bisa dijelasin dengan yang seperti itu. Awalnya enggak tahu, tapi lama-lama ya oh mungkin ada kali ya. Cuma setelah itu, tidak yang nyari-nyari juga."

Selama proses produksi, Indra Brasco, yang kembali berakting setelah 12 tahun rehat, menambahkan bahwa para pemain mengobservasi dari sesuatu yang dekat dengan mereka. Menurutnya, tidak harus selalu terjun langsung, tetapi menggali dari yang dekat. "Kita enggak harus nyemplung ya. Seperti Junot yang belajar dari temannya mengenai kejawen, cara treatment keris."

Junot pun mengaku sempat mewawancarai dua temannya yang diwarisi dengan tradisi kejawen. Salah satunya, ia belajar mengenai cara memandikan dan melakukan nyanyian untuk keris. "Kalau tidak bergabung di film Jeritan Malam, mungkin aku tidak akan belajar ini." (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More