Rabu 06 November 2019, 00:00 WIB

Iran Akan Lanjutkan Perkaya Uranium

Melalusa Susthira K | Internasional
Iran Akan Lanjutkan Perkaya Uranium

AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani

 

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa Iran akan melanjutkan memperkaya produksi uraniumnya. Pengayaan uranium tersebut akan dilakukan di fasilitas bawah tanah Fordow, yang terletak di selatan Teheran. Keputusan Rouhani tersebut adalah kegagalan kembali Kesepakatan Nuklir Iran yang dibuat pada 2015 lalu. “Mulai besok (Rabu), kami akan mulai menyuntikkan gas (uranium hexafluoride) di Fordow,” terang Rouhani dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah, Selasa (5/11).

Iran akan mengambil langkah baru dalam mengurangi komitmen atas Perjanjian Nuklir 2015. Mereka akan menginjeksi gas ke 1.044 mesin sentrifugal di fasilitas pengayaan uranium Fordow pada Rabu (6/11).

Namun, Rouhani mengatakan semua langkah yang telah diambil Iran untuk mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir 2015 dapat dibatalkan.

Iran akan kembali menjalankan komitmennya asal negara-negara yang turut menandatangani perjanjian juga memegang komitmennya.

“Kami tahu kepekaan mereka terkait Fordow. Berkenaan dengan sentrifugal ini, kami tahu. Tetapi pada saat yang sama ketika mereka menjunjung tinggi komitmen mereka, kami akan menghentikan (injeksi) gas lagi. Jadi memungkinkan untuk membalikkan langkah ini,” kata Rouhani.

Dengan memulai sentrifugal canggih ini, Iran memotong waktu lebih jauh dari satu tahun yang diperkirakan para ahli. Artinya, Teheran memiliki bahan yang cukup untuk membangun senjata nuklir dengan kemajuan itu.

Iran telah berulang kali memperingatkan pihak-pihak yang masih terlibat dalam Kesepakatan Nuklir Iran yakni Inggris, Cina, Prancis, Jerman, dan Rusia, bahwa kesepkatan itu hanya dapat terselamatkan jika mereka membantu Iran menghindari sanksi AS.


Desak komitmen Iran

Uni Eropa memperingatkan bahwa dukungannya yang berkelanjutan untuk Kesepakatan Nuklir Iran tergantung pada pemerintah Iran dalam memenuhi komitmennya.

Juru Bicara Kepala Diplomatik Uni Eropa, Maja Kocijancic, mengatakan UE tetap berkomitmen pada Kesepakatan Nuklir Iran. “Kami terus mendesak Iran untuk membatalkan langkah-langkah seperti itu tanpa penundaan dan untuk menahan diri dari langkah-langkah lain yang akan merusak perjanjian nuklir,” terang Kocijancic, Senin (5/11).

Pemerintah-pemerintah Eropa telah berupaya menciptakan mekanisme yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan asing untuk terus melakukan bisnis dengan Iran tanpa dikenakan sanksi AS. Namun, upaya mereka sejauh ini agaknya gagal untuk memberikan dampak signifikan bagi Iran.

Frustrasi Iran memuncak, upaya mereka sejauh ini gagal memiliki dampak signifikan. Uni Eropa memperingatkan dukungannya yang berkelanjutan untuk kesepakatan itu tergantung pada Teheran dalam memenuhi komitmennya.

Penangguhan semua pengayaan uranium di pabrik Fordow yang terletak di timur laut kota Qom, merupakan salah satu pembatasan program nuklirnya yang dijalankan Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional. Rouhani mengingat kembali bahwa di bawah Kesepakatan Nuklir Iran pada 2015 lalu, Iran telah menahan lebih dari 1.000 mesin sentrifugal pengayaan uraniumnya.

Kesepakatan Nuklir Iran telah tercerai berai sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan diri AS dari kesepakatan itu yang diikuti oleh penerapan kembali sanksi terhadap Iran. Langkah AS membuat Iran mengurangi komitmennya secara bertahap. (AFP/Theguardian/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More