Selasa 05 November 2019, 22:20 WIB

Legenda Hailai Kini Tinggal Arang

Legenda Hailai Kini Tinggal Arang

MI/Andry Widyanto
Gedung Hailai Ancol terbakar

 

"BAPAK-bapak kalau masih mau tinggal di Jakarta sebaiknya beli helikopter saja karena jalan-jalan di DKI dibangun dengan pajak judi." Begitu jawaban dari Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin untuk menjawab pengkritiknya saat melegalkan judi di Ibu Kota.

Salah satu lokasi judi yang terkenal ialah Hailai Ancol. Gedung yang terletak di Jl Pelabuhan Ratu No 8, RW 11, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, itu terbakar sejak Senin (4/11) hingga dini hari kemarin. Damkar Jakarta Utara menurunkan 16 unit pemadam kebakaran, 9 unit pompa, dan 5 unit pendukung untuk memadamkan api di gedung yang berdiri sejak 1971 tersebut.

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Hailai dibangun atas kerja sama pengelola Taman Impian Jaya Ancol dengan pengusaha Hong Kong yang dijuluki 'Raja Judi' di Macau, Stanley Ho.

Bukan hanya kasino, Hailai juga menyediakan restoran dan klub malam, bahkan prostitusi termewah pada masa itu. Perempuan pekerja seksnya diimpor dari Thailand dengan tarif ratusan ribu rupiah yang sangat tinggi untuk ukuran tahun 70-an.

Bisnis itu membuat pembangunan di DKI terjadi sangat pesat. Jl Thamrin-Sudirman, Taman Ismail Marzuki, dan perbaikan kampung-kampung di Jakarta sebagian besar merupakan hasil dari bisnis ini.

Masa keemasan judi di Jakarta ini berakhir pada 1977 saat Ali Sadikin diganti Gubernur Tjokropranolo. Perintah penutupan itu langsung diutarakan Presiden Soeharto.

Penutupan lokasi judi bukan berarti membuat Hailai mati. Lokasi itu tetap menjadi tempat plesir mewah.

Sebuah peristiwa heboh sempat terjadi di sana pada 10 Maret 1999. Kala itu, Bambang Trihatmojo (putra Presiden Soeharto), dan dua rekannya, Yapto Suryosumarno dan Yoris Raweyai diserang sekolompok orang bersenjata tajam. Ketiganya selamat. Namun, dua pengawal Bambang terluka parah.

Sudah beberapa tahun ini gedung Hailai kosong terbengkalai. Ada dugaan kebakaran yang terjadi ini akibat kesengajaan.

Polres Jakarta Utara masih menyelidiki penyebabnya. Hasil penyelidikan sementara karena percikan api dari aktivitas pembongkaran yang menggunakan mesin las. "Masih kami dalami (ada unsur kesengajaan atau tidak) yang jelas sumber listrik sudah tidak ada karena memang sudah lama tidak terpakai. Ada enam saksi yang kami periksa," ujar Kapolres Jakut Kombes Budhi Herdi Susianto. (Ars/Ins/Sru/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More