Sabtu 02 November 2019, 11:00 WIB

Sewindu Berkarier dan Oversharing

Bagus Pradana | Weekend
Sewindu Berkarier dan Oversharing

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Rangkaian konser sewindu karier Tulus ditutup di Senayan, Jakarta, Jumat (1/11).

Genap sewindu Tulus berkarya di belantika musik Indonesia. Untuk merayakannya, penyanyi kelahiran Bukittinggi 20 Agustus 1987 ini pun menggelar rangkaian tur dan festival Sewindu Tulus di lima kota berbeda.

Sebelumnya, Kota Malang menjadi pilihan awal dari rangkaian Tur Sewindu Tulus ini (24/09), kemudian berlanjut ke Yogyakarta (26/09), Solo (18/10). Lalu sempat juga penyanyi 32 tahun ini singgah di Indonesia timur, yaitu di Makassar (25/10). Turnya ditutup dengan penampilan apik di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (1/11) kemarin.

Mengenakan kemeja hitam berkantong, Tulus membuka konser dengan lagu berjudul 'Baru' dari album keduanya. Ia lantas melanjutkan dengan 'Gajah', sebuah lagu yang penuh makna baginya karena berisi cerita tentang masa kecil Tulus yang sering mendapat ejekan dari teman-temannya, kemudia 'Jatuh Cinta' dengan iringan musik semi orkestra.

Peraih AMI Award 2017 ini mengaku sangat bangga dapat menampilkan persembahan Festival Sewindu kepada ribuan penggemarnya yang telah berkumpul di Istora Senayan sejak sore, sambil berkelakar seakan sedang berkenalan.

"Apa kabar teman-teman, perkenalkan nama saya Tulus. Saya adalah seorang penyanyi dan penulis lagu. Saya sangat bangga malam hari ini bisa menjamu teman-teman semua dalam Festival Sewindu ini," ujar penghobi arsitektur ini.

"Saya akan bawakan cukup banyak lagu, banyak banget malah untuk malam hari ini. Siapkan hati teman-teman, bantu saya bernyanyi sekencang-kencangnya untuk setiap lagu yang akan saya bawakan," imbuhnya.

Konser Sewindu dari Tulus ini merupakan konser yang spesial, terangnya. Dengan mengangkat tema bermusik bersama-sama, pelantun lagu Sepatu ini menampilkan kolaborasi dengan sejumlah musisi dan penyanyi yang selama delapan tahun ini telah membantunya dalam melahirkan karya-karya terbaik.

"Saya bersama tim telah menggodok konsep Festival Sewindu ini dalam rangka merayakan 'Bermusik Bersama-sama', berkolaborasi bersama-sama. Jadi saya tidak akan sendirian di panggung malam hari ini, akan banyak sekali yang tampil menemani kita bernyanyi sampai sekian jam ke depan," tutur pria yang didapuk sebagai Duta 60 tahun persahabatan Indonesia-Jepang ini.

Konser tersebut terbilang memiliki durasi yang lama, sehingga para penggemar akan benar-benar merasakan iklim konsep Festival yang dibangun oleh Tulus. Dibuka dengan penampilan sahabatnya, Kunto Aji, keriuhan di Istora Senayan pun mulai bergemuruh sejak sore hari. Lalu ada juga Andien, RAN, Petra Sihombing, Glenn Fredly, Yovie Widiyanto, dan Project Pop yang turut bersumbangsih dalam konser Sewindu Tulus.

Kritik Terhadap Budaya Medsos

Ada sebuah hal yang menarik ketika Tulus berkolaborasi dengan Petra Sihombing. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu merupakan salah satu inspirator Tulus dalam bermusik. Petra banyak memberi masukan kepada sahabatnya agar lebih membuka diri dalam berkolaborasi dan menulis lagu.

Sebuah lagu yang berjudul "Cerita Kita Milik Semua" menjadi sebuah kritik yang disampaikan Tulus dan Petra dengan apik kepada generasi muda hari ini. Lagu tersebut berkisah mengenai apresiasi anak-anak muda terhadap ruang privasi yang kini sudah mulai terkikis, karena kebiasaan oversharing di media sosial yang mengekspose secara berlebihan kehidupan personal.

"Lagu ini (Cerita Kita Milik Semua) yang pertama direkam oleh Petra. Mudah-mudahan di album berikutnya akan ada lagu-lagu berikutnya yang akan saya tulis juga. Tapi, lagu yang akan saya bawakan dengan Petra ini adalah lagu yang ketika saya pertama kali mendengarkan liriknya itu bener-bener ehm...ngena banget. Lagunya sederhana, liriknya ringan tapi pesannya itu ehm... gitu, Kita coba bawakan ini adalah lagu yang ditulis Petra," ucap Tulus.

Sebelumnya Petra sempat membagikan sebuah tantangan yang ia namai detoks digital kepada Tulus untuk mengurangi penggunaan media sosial, gerakan tersebut kemudian ia kampanyekan dalam #CeritaKitaMilikSemua.

Ide tersebut kemudian direspon penyanyi yang sempat menggelar Showcase di San Fransisco ini sebagai sebuah kejutan dalam konser Sewindu-nya kemarin (1/11). Para penyanyi latar diminta maju membawa ponsel masing-masing kemudian  menghadap ke belakang sembari menyalakan feature Instastory menjadi gimmick yang menghiasi kritik penyanyi 32 tahun itu. Ia mengajak para penggemarnya untuk menghargai waktu bersamanya dengan orang-orang terdekat yang ada disampingnya, ketimbang membuang-buang waktu di media sosial. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More