Selasa 05 November 2019, 17:00 WIB

Kemendikbud Beri Pendidikan Bagi TNI yang Bertugas di Daerah 3T

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemendikbud Beri Pendidikan Bagi TNI yang Bertugas di Daerah 3T

MI/Atikah Ishmah
Kemendikbud memberikan pembekalan pendidikan bagi TNI yang akan bertugas di daerah 3T

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para prajurit TNI di Padang, Sumatra Barat.

Bimtek ini bertujuan untuk memberi bekal materi bagi para prajurit yang akan bertugas ke wilayah 3T (terluar, tertinggal dan terdepan). Para prajurit diharapkan bisa membantu pembelajaran di kelas pada satuan pendidikan daerah 3T yang kekurangan tenaga pendidik.

"Yang akan dilakukan ini adalah para prajurit sebagai pelengkap bukan pengganti guru. Ketika di satuan pendidikan tidak ada guru, kami mohon seluruh prajurit bisa mengisi kekosongan sambil menunggu adanya guru yang akan dikirim Kemendikbud," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano di Batalyon 133 Yudha Sakti, Padang, Sumatra Barat, Selasa (5/11).

Supriano mengungkapkan sampai saat ini masih banyak sekolah di daerah 3T yang kekurangan tenaga pengajar akibat lokasi sulit dijangkau. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memberi pendidikan dan mencerdaskan anak-anak di daerah terpencil, sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yakni mewujudkan SDM Indonesia unggul.

"Mereka mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik. Karena 26 tahun lagi Indonesia merdeka 100 tahun, kalau tidak diberikan pendidikan dengan baik, justru mereka akan menjadi beban bangsa. Tapi jika diintervensi dengan pedidikan, karakter, motivasi yang baik, ini akan jadi aset bangsa ketika Indonesia merdeka 100 tahun," tuturnya.

Supriano pun berpesan pada para prajurit agar memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Selain membekali siswa di kelas dengan berbagai literasi, prajurit yang bertugas diharapkan mampu mendorong anak-anak agar dapat berkomunikasi dengan baik, berpikir kritis, bela negara dan memberikan pendididikan karakter.

"Jadilah kita sebagai agen perubahan melalui pendidikan. Bila ingin Indonesia maju, tentunya SDM harus maju, semua ada di tangang kita," tegasnya.

Baca juga: Setiap Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T

Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari mengungkapkan ada 450 prajurit dari Batalyon 133 Yudha Sakti, Padang, yang akan mendapat pembekalan bimtek selama empat hari hingga Jumat (8/11). Selain itu, ada 450 prajurit dari Batalyon 641 di Kalimantan Barat yang sedang menjalani bimtek. Total ada 900 prajurit akan diberangkatkan ke perbatasan yang berada di provinsi Kalimantan Barat.

"Kami berterima kasih kepada Ditjen GTK dan Kementerian memberikan penguatan kemampuan bagi prajurit yang akan bertugas di perbatasan, karena mereka setiap bertugas di perbatasan (prajurit) selalu bersama-sama tenaga pendidik memberikan pengajaran kepada siswa di sana, baik materi pelajaran maupun penguatan karakter. Saya kira ini sinergitas yang sangat bagus untuk menjawab visi presiden untuk peningkatan kualitas SDM," ujar Agus Fadjari.

Adapun narasumber yang akan memberikan bimbingan kepada para prajurit berjumlah 16 orang, berasal dari Kementerian Pendidikan dan perguruan tinggi. Materi-materi yang akan diberikan antara lain, pendidikan karakter, bela negara, calistung (baca, tulis, hitung), kecakapan hidup, dan kepanduan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More