Selasa 05 November 2019, 13:09 WIB

Bank Sampah Hasil 'ATM' Dari Bantul

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Bank Sampah Hasil

MI/Ardi Teristi Hardi
Bank Sampah Kota Malang layaknya sebuah bank. Ada juga teller yang melayani transaksi penjualan sampah.

 

JIKA ditarik ke belakang, Bank Sampah di Kota Malang merupakan hasil ATM atau amati, tiru, dan modifikasi dari Bank Sampah di Kabupaten Bantul yang dibuat oleh Bambang Suwerda. Hal tersebut dijelaskan oleh Sekda Kota Malang, Wasto yang pertama kali menggagas Koperasi Bank Sampah di Kota Malang.

Pada 2010, Wasto yang saat itu menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang berkunjung ke Bantul untuk belajar bank sampah. Sepulang dari Bantul, Wasto berpikir agar Kota Malang bisa menerapkan hal tersebut dalam bentuk yang besar, berskala kota.

"Jika Bank Sampah di Bantul berskala desa, kami memiliki Bank Sampah Induk yang berskala kota," kata dia saat menerima rombongan Forum Wartawan Unit DPRD DIY dalam diskusi terkait pengelolaan sampah di Kota Malang, di Balai Kota Malang, Kamis (31/10).

Cara yang paling cepat untuk membuat Bank Sampah Induk, kata dia, adalah lewat wadah koperasi.

"Kami membentuk unit induknya terlebih dahulu, baru kemudian memperbanyak ke unit-unit di bawahnya hingga tingkat RT/RW," kata dia.

Dengan sistem induk Pemkot Malang bisa lebih leluasa dalam membina Bank Sampah. Wasto mengakui hasil menabung sampah emang hasilnya tidak besar, tidak bisa langsung untuk membeli sepeda motor. Oleh sebab itu, untuk membuat Bank Sampah tetap berjalan, ia harus jeli
memilih tokoh-tokoh di tingkat RT/RW untuk menggerakkan Bank Sampah. Mereka yang terpilih harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan berjiwa sosial.

"Bukan lagi rupiah jadi titik utama tapi kesadaran warga untuk lingkungan bersih dan kebanggaannya," ungkapnya lagi.

baca juga: Geliat Bank Sampah di Kota Malang

Pihaknya juga menggandeng PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga). Para anggota PKK dinilai lebih tekun dalam mengelola sampah. Saat ini, kata dia, tugas Pemkot Malang adalah terus merawat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan kepedulian terhadap sampah. Cara yang dilakukan adalah mulai dari lomba terkait lingkungan hingga melibatkan ibu-ibu PKK.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More