Selasa 05 November 2019, 11:24 WIB

Produk UMKM Harus Punya Brand untuk Kuasai Pasar

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Produk UMKM Harus Punya Brand untuk Kuasai Pasar

ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki

 

MENTERI Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam memiliki brand mandiri yang kuat.

Brand merupakan titik awal bagi produk-produk pelaku usaha untuk dapat dikenal masyarakat luas.

Brand sangat dibutuhkan sebagai tanda pengenal produk. Bahkan dalam jangka panjang, brand akan mampu mendongkrak nilai jual aset perusahaan.

Maka dari itu, pemerintah berkomitmen membantu pelaku UKM dalam mendaftarkan brand mereka sehingga usaha yang dijalankan bisa semakin berkembang.

"Jika brand mereka dikenal, pelaku UKM akan bisa menguasai pasar domestik. Itu tujuan besar yang harus dicapai," ujar Teten melalui keterangan resmi, Selasa (5/11).

Kementerian KUKM pun menggandeng Tokopedia dalam menjalankan program tersebut.

Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya mengungkapkan untuk mendaftarkan brand memang bukan hal mudah. Dibutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar untuk mengurus hal tersebut.

“Banyak UMKM yang sudah produksi sendiri, namun untuk naik kelas menghadapi banyak masalah, misalnya perizinan yang lama. Masalah ini membuat UMKM terhambat dalam merambah pasar ke skala nasional bahkan ekspor,” kata William.

Menurut William, jika ingin masuk ke pasar nasional bahkan ekspor, brand UMKM harus menjadi brand global. Untuk itu perlu ada pelatihan yang tidak hanya berhenti di proses produksi barang yang berkualitas. Pelatihan harus berlanjut hingga sistem manajemen dan skala produksi yang lebih besar.

"Banyak produk UMKM yang sebenarnya sudah berkualitas seperti fashion, kosmetik yang dapat menjadi brand masa depan dan berkembang menjadi industri. Itu yang harus kita kuatkan ke depan dan kami siap membantu dari sisi pelatihan tersebut," tandasnya. (OL-09)

 

Pra

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More