Selasa 05 November 2019, 08:51 WIB

Mentan: Sektor Perkebunan Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan: Sektor Perkebunan Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani

Istimewa/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam pertemuannya dengan jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan di Kantor Pusat Kementan, Senin (4/11).

 

MENTERI Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan perkebunan merupakan subsektor yang paling menjanjikan untuk peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Badan pusat Statistika ( BPS) mencatat kontribusi sektor perkebunan  terhadap perekonomian nasional  tahun 2018 naik 22,48% dibandingkan dengan kontribusi ditahun 2014.

Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) perkebunan 2014 – 2018 sebesar Rp 2.192,9 triliun. Angka sementara, PDB sektor pertanian pada triwulan satu tahun 2019 mencapai Rp 3,7 triliun dimana tanaman perkebunan menyumbang Rp 106,95 miliar.

“Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong masuknya investsi dan peningkatan produksi melalui inovasi teknologi dan penyediaan bibit unggulan serta  berupaya meningkatkan ekspor komoditas perkebunan," kata Syahrul dalam pertemuannya dengan jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan di Kantor Pusat Kementan, Senin (4/11).

"Sektor perkebunan di Indonesia sebenarnya hal yang menjanjikan bagi saya. Negara ini memiliki kemampuan dan kekayaan bagi rakyat yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negeri ini, ” ucap Syahrul.

Menurut Syahrul, saat ini perlu ada daerah sentra- sentra produk komoditas perkebunan yang mencakup hulu sampai hillir.

Dengan cashflow dan perencanaan yang baik, kata Mentan, saha di subsektor perkebunan akan berjalan dengan baik dan menguntungkan dan dapat menarik investor sebanyak mungkin karena investasi yang dikeluarkan cukup kecil dan memerlukan waktu yang tidak begitu untuk mendapatkan hasil.

“Ujung dari sektor perkebunan adalah industri hilirnya karena nilainya akan jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya di hulu saja. Jadi memang harus  dihitung sampai kepasarnya, karena pada saat kita tidak menghitung pasar dan industrinya, di sana biasanya terjadi kegagalan,” jelas Syahrul.

Oleh karena itu, Syahrul menekankan saat ini perlu inovasi dalam pemikiran dan aplikasi program-program perkebunan . Penerapan ilmu dan teknologi baru menjadi penting pemanfaatan teknologi informasi, aplikasi android, digitalisasi, IoT dan hightbteach terus ditingkatkan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menjelaskan salah satu fokus kegiatan tahun 2020 – 2024  pada sektor perkebunan yakni Membangun Logistik Benih Perkebunan  dalam rangka peningkatan penyediaan benih berkualitas. Kegiatan ini guna meningkatkan produksi yang memiliki kualitas ekspor dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Penyediaan benih ini kita wujudkan dengan membangun Kebun entres dan nursery.  Kedepan kebun bibit ini dibangun disetiap daerah sehingga daerah menghasilkan benih sendiri, tidak perlu didatangkan dari luar daerah,” jelas Kasdi. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More