Selasa 05 November 2019, 07:50 WIB

Polda Metro Terjunkan Tim Khusus ke Bekasi

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polda Metro Terjunkan Tim Khusus ke Bekasi

Dok. Youtube
Video yang memperlihatkan Kepala BPD Kota Bekasi Aan Suhanda saat menemui massa ormas di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.

 

POLDA Metro Jaya segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan aksi premanisme di Kota Bekasi yang difasilitasi pemerintah setempat.

Dugaan itu terungkap lewat video yang viral sejak Minggu (3/11). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menegaskan pihaknya akan menerjunkan tim khusus untuk mendalami adanya tindak pidana dalam aksi tersebut.

"Kita akan mendalami apakah ada tindakan yang melawan hukum, baik itu secara intimidatif terhadap pengusaha atau masyarakat," ujar Suyudi di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi Aan Suhanda terlihat memfasilitasi ormas menekan pengusaha. Di hadapan massa ormas saat demonstrasi Aliansi Ormas Bekasi di Jalan Raya Narogong pada 23 Oktober 2019, dia mengharapkan pemilik Alfamart, Indomaret, atau Alfamidi yang jumlahnya 600 di Kota Bekasi mau bekerja sama dengan ormas dalam hal parkir.

Tampak juga pihak Indomaret yang dipaksa untuk menyetujui kesepakatan bahwa urusan parkir di semua minimarket di Kota Bekasi akan dikelola ormas-ormas tersebut. Ada pula Wakapolres Kota Bekasi yang terlihat diam saja ketika massa menekan pihak Indomaret.

Suyudi menyatakan polisi tidak akan segan melakukan penindakan terhadap aksi-aksi premanisme di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menimbulkan keresahan di masyarakat. "Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk premanisme di Jakarta ini. Tidak ada satu kegiatan dalam bentuk apa pun yang bisa dimaklumi yang kaitannya mengganggu keamanan di Jakarta ini."

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berdalih, saat ini pihaknya sedang memilah potensi pajak yang bisa dimaksimalkan. Sejalan dengan hal itu, ada upaya peningkatan kesejahteraan yang dilakukan dengan membuka lapangan kerja baru melalui organisasi kedaerahan. "Ini kan upaya untuk mewujudkan 150 ribu lapangan kerja. Organisasi kedaerahan kita bina melalui pemanfaatan SDM (sumber daya manusia)," ucapnya, kemarin.

Rahmat menambahkan, pernyataan soal adanya perlindungan premanisme di Kota Bekasi merupakan upaya pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan, termasuk di sektor nonformal. "Upaya kami itu justru memberikan jalan agar tidak ada premanisme, tapi dengan aturan yang berlaku."

Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Indarto membantah pihaknya telah melindungi aksi premanisme. Dia sampaikan, selama ini aturan hukum di Kota Bekasi tetap ditegakkan. "Kawan-kawan di luar kita sudah tidak viralkan lagi, tidak ada premanisme."

 

Khawatir

Di lain pihak, pengusaha retail khawatir omzet penjualan akan menurun karena Pemkot Bekasi memberdayakan ormas untuk mengoptimalkan potensi pajak parkir luar ruang. Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya, Reza Pahlevi, mengatakan sejak awal pihaknya tidak pernah menentukan tarif parkir di seluruh titik gerai Alfamart.

"Meskipun ada di beberapa gerai pengurus RT/RW atau ormas serta perseorangan meminta izin untuk mengelola parkir. Aslinya kita tidak pernah mengutip uang parkir di seluruh gerai yang ada," tandasnya.

Reza mengaku sudah mengetahui ada upaya pemkot memaksimalkan potensi pendapatan daerah dengan cara mengelola parkir di seluruh gerai toko retail. Namun, pihaknya tidak pernah mendukung atau menolak. (Gan/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More