Selasa 05 November 2019, 04:30 WIB

KLHK Tutup Jalur Pendakian

(Rif/*/H-2) | Humaniora
KLHK Tutup Jalur Pendakian

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup Wiratno

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutuskan untuk menutup sejumlah jalur pendakian di hutan konservasi, yakni Gunung Rinjani (Lombok), Gunung Guntur (Garut), dan Gunung Ijen (Banyuwangi-Bondowoso), menyusul terjadinya kebakaran hutan di area itu.

"Saya setop untuk tidak ada pendakian di Rinjani. Gunung Guntur juga (karena ) itu lebih banyak savana, termasuk kebakaran yang besar di TWA (taman wisata alam) Ijen yang dampaknya luar biasa terhadap landscape," ucap Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno seusai pemaparan acara Kehati Expo 2019, di Kantor KLHK, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, udara panas yang sangat tinggi menjadi penyebab terbakarnya sejumlah hutan konservasi. Karena kerapatannya, imbuh Wiratno, rumput-rumput yang bergesek saja bisa menyebabkan kebakaran. KLHK mengantisipasi kondisi tidak makin parah dengan menutup sementara jalur pendakian ke sana.Pemerintah berupaya melakukan pemadaman, antara lain dengan melakukan water boombing.

Terkait dengan dampak kebakaran terhadap populasi flora dan fauna di sana, Wiratno mengaku masih mendatanya. "Mungkin reptil jenis ular bisa saja menjadi korban," ungkapnya.

Untuk jenis spesies mamalia, terang Wiratno, mereka sangat adaptif dengan suhu karena memiliki kemampuan mendeteksi potensi ancaman dan gangguan lewat instingnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat menunjukkan, kebakaran hutan terjadi di sembilan tempat yakni di Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Putri, Gunung Karacak dan Gunung Haruman, serta kawasan Hutan Pamulihan, Malangbong, Banjarwangi, dan Leles.

Di Gunung Guntur, Garut, Jabar, kebakaran melanda kawasan hutan alang-alang dan pohon pinus. Petugas gabungan berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya agar tidak menjalar ke lahan hutan lainnya. (Rif/*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More