Selasa 05 November 2019, 01:40 WIB

Pengunjuk Rasa Irak Serang Konsulat Iran

Pengunjuk Rasa Irak Serang Konsulat Iran

AFP
Pengunjuk rasa Irak

 

PULUHAN pengunjuk rasa di Irak menyerang konsulat Iran di kota suci Syiah, Karbala, Minggu (3/11) malam, dengan merusak penghalang beton yang mengelilingi gedung itu, menurunkan bendera Iran dan menggantinya dengan bendera Irak.

Saksi mata mengatakan pasukan keamanan menembak ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang melemparkan batu dan membakar ban di sekitar gedung konsulat di sudut jalan di Karbala, selatan Baghdad.

Tidak ada laporan langsung tentang korban dalam insiden tersebut yang terjadi di tengah aksi protes yang sedang berlangsung di Ibu Kota Baghdad dan provinsi-provinsi mayoritas Syiah di wilayah selatan.

Seperti dilansir Al Jazeera, para saksi berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim karena masalah keamanan.

Ada laporan otoritas pemerintah mengerahkan personel polisi di daerah tersebut.

Protes diarahkan pada sistem politik pascaperang dan sekelompok pemimpin elite yang dituduh warga Irak menjarah kekayaan negara, sementara negara itu tumbuh semakin miskin.

Namun, para pengunjuk rasa juga mengarahkan kemarahan mereka ke negara tetangga Iran dan milisi Syiah Irak yang kuat terikat padanya.

Protes antipemerintah di Karbala, Baghdad, dan kota-kota di seluruh Irak selatan sering berubah jadi kekerasan. Pasukan keamanan melepaskan tembakan, sedangkan pengunjuk rasa membakar gedung-gedung pemerintah dan markas besar milisi yang didukung Iran.

Lebih dari 250 orang telah tewas dalam tindakan penumpasan oleh pasukan keamanan menyusul aksi protes.

Puluhan ribu pengunjuk rasa dalam beberapa hari terakhir menyerukan perombakan sistem politik yang dibangun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2003 yang menumbangkan Saddam Husein.

Para pengunjuk rasa juga mengambil alih sebuah menara besar di alun-alun yang tidak terawat setelah rusak dalam perang.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, Feisal Istrabadi, mantan duta besar Irak untuk PBB dan direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Indiana, memperingatkan aksi kekerasan kemungkinan besar akan terus terjadi dan membesar.

Istrabadi mengatakan, 'hampir mustahil' bagi para pemimpin saat ini di Irak untuk memadamkan aksi protes. (Al Jazeera/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More