Selasa 05 November 2019, 00:00 WIB

AS Kecam Intimidasi Tiongkok di LCS

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
AS Kecam Intimidasi Tiongkok di LCS

AFP
Utusan AS, Robert O'Brien

 

UTUSAN Amerika Serikat (AS) mengecam 'intimidasi' Tiongkok di Laut China Selatan (LCS) pada pertemuan puncak para pemimpin Asia Tenggara, saat ia menyampaikan permintaan dari Presiden Donald Trump agar para pemimpin menghadiri pertemuan puncak khusus di 'Negeri Paman Sam'.

Beijing membuat klaim maritim di perairan kaya sumber daya LCS dan membuat marah tetangga dengan mengirim kapal ke jalur air yang sibuk, tempat beberapa anggota Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) juga memiliki klaim.

"Beijing telah menggunakan intimidasi untuk mencoba menghentikan negara-negara ASEAN dari mengeksploitasi sumber daya lepas pantai, menghalangi akses ke 2,5 triliun dolar cadangan minyak dan gas," kata utusan AS, Robert O'Brien, Senin (4/11), pada pertemuan puncak ASEAN-AS dalam pidato di Bangkok, Thailand.

O'Brien, penasihat keamanan nasional Gedung Putih, membaca pesan dari Trump yang mengundang para pemimpin ASEAN bergabung dengannya di AS untuk menghadiri KTT khusus pada kuartal pertama 2020.

Vietnam ingin para pemimpin ASEAN mengeluarkan komunike yang akan mengecam perilaku Tiongkok di perairan LCS, tempat Vietnam memiliki hak eksklusif untuk mengeksploitasi sumber daya energi dan tindakan agresif baru-baru ini dari Filipina dan Malaysia.

Namun, Beijing, melalui sekutu ASEAN-nya, Kamboja, telah menentang langkah semacam itu, menurut dua diplomat Asia Tenggara kepada kantor berita AP.

Setelah berminggu-minggu bertengkar, para diplomat senior mencapai kompromi dalam menyatakan keprihatinan atas insiden serius di daerah itu, yang telah mengikis kepercayaan, meningkatkan ketegangan, serta dapat merusak perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu, kata salah seorang diplomat.

"Akan tetapi, pernyataan itu tidak akan menyebut Tiongkok secara langsung atau menyebut perincian lainnya," kata diplomat itu.

 

Menolak menegur

Tiongkok dan sekutunya di ASEAN dengan tegas menolak upaya KTT tahunan untuk menegur Beijing atas tindakannya di LCS, yang termasuk membangun tujuh pulau di atas terumbu yang disengketakan yang menurut para pejabat AS dapat berfungsi sebagai platform militer untuk mengintimidasi pengklaim saingan.

Beijing mengklaim hampir seluruh LCS, jalur vital bagi perdagangan global yang kaya sumber daya alam.

Ia menentang patroli angkatan laut dan udara oleh AS dan sekutunya sebagai campur tangan AS dalam masalah Asia. Beijing juga menganggap konsep AS tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka sebagai strategi untuk menahan Tiongkok.

Sebagian besar Asia menoleh ke AS untuk membantu melawan jangkauan dan kekuatan Tiongkok yang sedang berkembang.

Ketidakhadiran Trump, bagaimanapun membuat kecewa sebagian pemimpin di wilayah tersebut serta dapat merusak ketegasan AS yang banyak menjalankan aktivitas perdagangan dan hubungan lainnya dengan kawasan tersebut.

Biasanya AS menggelar pertemuan sela dengan pemimpin-pemimpin negara Asia Tenggara di KTT ASEAN. Pertemuan itu dihadiri kepala pemerintahan masing-masing. "Saya kira para pemimpin akan menghadiri pertemuan bila rekan mereka juga hadir, ini hanya permasalahan keseimbangan yang tepat," kata Menkeu Filipina Carlos Dominguez, Senin (4/11).

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, bersikeras negaranya tetap sangat terlibat dengan Asia. "kami terus menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan negara-negara di kawasan ini," tandasnya. (CNA/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More