Senin 04 November 2019, 20:41 WIB

Indonesia Minta Inggris tidak Hambat Produk Sawit

Andhika prasetyo | Ekonomi
Indonesia Minta Inggris tidak Hambat Produk Sawit

MI/ Susanto
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

 

INDONESIA meminta Pemerintah Inggris tidak menghambat akses pasar produk minyak sawit dan turunannya ke negara tersebut.

Pemerintah 'Negeri Ratu Elizabeth' harus bisa mengendalikan para pelaku usaha mereka yang kerap melakukan kampanye-kampanye negatif atas produk sawit.

Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-35 di Bangkok, Thailand.

"Kita tahu beberapa supermarket di Inggris mengusung sikap anti kelapa sawit. Mereka menyematkan label antisawit pada produk-produk yang dijual seakan-akan sawit itu jahat," ujar Agus melalui keterangan resmi, Senin (4/11).

Sebagai negara mitra utama, ia mengatakan semestinya Inggris bisa menghindari tindakan-tindakan negatif seperti itu.

“Indonesia sangat berharap agar Inggris tidak melakukan hambatan akses pasar terhadap kelapa sawit. Kelapa sawit ini sangat penting bukan hanya bagi Indonesia namun juga Inggris dan negara-negara Eropa,” tambah Agus.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Natalie Black menyampaikan akan terus menjalin dialog terbuka dengan Indonesia guna membahas perkembangan isu sawit.

"Kami akan memfasilitasi peningkatan kapasitas di bidang penelitian, edukasi dan teknologi atas isu sustainability, khususnya bagi para petani dan pelaku UKM sawit di Indonesia," tutur Natalie.

 

Baca juga: Penaikan UMP Tiap Tahun Bisa Jadi Bumerang

 

Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2018, total perdagangan kedua negara mencapai US$2,7 miliar.

Ekspor Indonesia ke Inggris tercatat US$1,5 miliar. Adapun, impor yang dibukukan sebesar US$1,2 juta. Artinya, Indonesia menikmati surplus US$0,3 miliar.

Produk asal Tanah Air yang banyak dijual ke Inggris meliputi footwear with uppers of leather, builders' joinery and carpentry of wood, footwear with uppers of textile materials, electric accummulators dan plywood.

Sebaliknya, Indonesia banyak mendatangkan ferrous waste and scrap, motor vehicles, Recovered waste and scrap, medicaments, telephone sets. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More