Senin 04 November 2019, 22:20 WIB

Gemar Judi Daring, Sopir Taksi Dibunuh

Gemar Judi Daring, Sopir Taksi Dibunuh

Ilustrasi
Pembunuhan

 

KEPOLISIAN Resor Kota Bogor mengungkap kasus pembunuhan Ahsanul Fauzi, sopir taksi daring. Pelakunya ialah penumpangnya sendiri, seorang pemuda pecandu gim dan judi daring.

Kasus ini berawal dari temuan mayat di Jalan Raya Wangun, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Kamis (31/10), sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban ditemukan bersimbah darah di dalam mobilnya.

Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, pelaku bernama Fadli Pranata, pemuda berusia 25 tahun. Ditangkap di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Ahamdulillah pada Sabtu (3/11) kemarin, pukul 23.45 WIB, kita berhasil tangkap pelaku. Penangkapan ini berdasarkan keterangan saksi, bukti, dan tersangka pun akhirnya mengakui," ungkap Kombes Hendri, kemarin.

Dia menjelaskan, pelaku sudah merencanakan aksinya tersebut dengan maksud ingin menguasai uang korban. "Motifnya ingin menguasai uang korban dengan cara akan mengambil uang korban pada saat pembayaran," jelasnya.

Saat itu, tersangka membayar dengan uang pecahan Rp100 ribu. Kemudian, korban mengeluarkan dompet untuk mengembalikan uang tersebut. Pada saat itulah tersangka berusaha merampas dengan menusukkan benda tajam ke tubuh korban.

Namun, dompet jatuh dekat rem. Korban pun sempat berteriak dan membunyikan klakson, serta menginjak pedal gas. Karena panik, pelaku melarikan diri sebelum berhasil mendapatkan uang yang diincarnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku telah merencanakan karena selain sudah mempersiapkan cutter-nya, pelaku juga memesan aplikasi Gojek bukan dengan nomor ponselnya.

"Dia pinjam HP di warung yang dia makan sebelumnya. Jadi, kita melapis Pasal 365 ayat 3 dan 338. Ancaman hukumannya 20 tahun bui," pungkasnya.

Pelaku merupakan pengangguran yang kecanduan gim dan berjudi di internet. (DD/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More