Senin 04 November 2019, 22:00 WIB

Rp1,1 Triliun untuk 103,7 Km Trotoar di DKI

Rp1,1 Triliun untuk 103,7 Km Trotoar di DKI

MI/Bary Fathahilah
Revitalisasi trotoar

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk menata trotoar sepanjang 103,74 kilometer. Angka itu tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan anggaran untuk fasilitas tersebut cukup besar karena semua trotoar yang akan ditata harus diintegrasikan dengan transportasi publik.

"Jadi, penataan trotoar yang kita lakukan sebagai akses warga Jakarta dapat menjangkau transportasi publik, seperti MRT, LRT, dan BRT," kata Hari di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, usul itu sempat dibahas dalam rapat bersama Komisi D DPRD DKI pada pertemuan perdana membahas rancangan (KUA-PPAS), Rabu (30/10). Ada enam skala prioritas dalam penataan trotoar di 2020, yaitu kawasan sekitar terminal bus, sekitar stasiun kereta api seperti MRT, LRT, dan KRL, serta di sekitar halte bus Trans-Jakarta.

Selain itu, jelasnya, di kawasan komersial dan perkantoran, kawasan destinasi wisata, dan kawasan permukiman menuju transportasi umum.

"Kita petakan roadmap-nya, lalu kita bangun. Artinya, pada 2018-2020 kita sudah mempunyai konsep desain membangun trotoar, dan harus skala prioritas yang akan kita bantu," ujar Hari.

Contoh, lanjutnya, pada 2020 kita akan bangun penataan trotoar di Stasiun MRT Lebakbulus, Cipete, dan lanjut hingga ke Stasiun Kota.

Di samping itu, tambahnya, juga akan dibangun trotoar di Jalan MT Haryono karena nanti di kawasan ini ada Stasiun LRT Cawang.

Lalu menyusul akan dilakukan lagi penataan trotoar di kawasan Jl Gatot Subroto, Jl HR Rasuna Said, kawasan Kuningan, tepatnya di GOR Soemantri Brodjonegoro. Selanjutnya di Jl Pemuda karena ada Stasiun LRT, kawasan Tebet, Grogol, dan di Jakarta Utara karena ada Stasiun Jakarta Kota.

"Artinya mengintegrasikan. Pejalan kaki dimudahkan dalam menuju transportasi umum. Jadi, selain kita bangun di arterinya, kita juga akan bangun trotoar di jalan konektornya, dan akan mengombinasikannya dengan jalur sepeda," jelas Hari.

Dia pun mengungkapkan rencana penataan trotoar pada 2020 sepanjang 103,74 kilometer sudah melampui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022, yakni Dinas Bina Marga DKI Jakarta di-amanatkan untuk melakukan penataan trotoar sepanjang 60 km selama lima tahun.

"Ini sudah melampaui target dari RPJMD. Maka ke depan kita mau naikkan target. Tidak lagi sepanjang 60 km per tahun, tetapi 100 km per tahun," ujar Hari Nugroho. (Ssr/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More