Senin 04 November 2019, 15:09 WIB

Soal Video Viral, Wali Kota Bekasi Bantah Dukung Premanisme

Gana Buana | Megapolitan
Soal Video Viral, Wali Kota Bekasi Bantah Dukung Premanisme

Dok Humas Pemkot Bekasi
Kapolres Bekasi Kombes Indarto (kiri), Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) dan Ketua Gibas (kanan)

 

VIDEO yang menampilkan pernyataan Kepala Bapenda Kota Bekasi, Aan Suhanda, soal pemerintah akan memfasilitasi ormas setempat untuk mengelola parkir di depan gerai retail di Kota Bekasi, viral. Apalagi disertai dengan pesan berantai, Kota Bekasi mendukung ormas menjadi pemeras pengusaha retail di wilayah setempat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pun menanggapi, pihaknya sedang memilah potensi pajak yang bisa dimaksimalkan. Sejalan dengan hal tersebut, ada juga peningkatan kesejahteraan yang dilakukan dengan membuka lapangan kerja baru melalui organisasi kedaerahan.

“Ini kan upaya untuk mewujudkan 150 ribu lapangan kerja, organisasi kederahan kita bina melalui pemanfaatan SDM (Sumber Daya Manusia),” ungkap Rahmat, Senin (4/11).

Rahmat menjelaskan pernyataan soal adanya perlindungan premanisme di Kota Bekasi tentunya akan mengganggu iklim investasi yang ada. Dirinya meluruskan nantinya pemberdayaan organisasi kedaerahan akan dibina melalui sebuah badan hukum.

“Ini jelas mengganggu, jadi bukan kita mendukung premanisme, yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberdayakan, membina dengan sebuah aturan. Aturan tersebut harus dipatuhi kalau mau terlibat membangun kota,” ungkapnya.

Baca juga: Ormas di Bekasi Tekan Mini Market dan Pemkot Mengelola Parkir

Semantara itu, Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya, Reza Pahlevi, mengatakan, sejak awal pihaknya tidak pernah menentukan tarif parkir di seluruh titik gerai Alfamart. Meskipun, ada di beberapa titik gerai, pengurus RT/RW, organisasi masyarakat serta perseorangan meminta izin untuk mengelola tarif parkir.

“Aslinya kita tidak pernah mengutip uang parkir di seluruh gerai yang ada,” ungkap Reza pada Media Indonesia.

Pihaknya sudah mengetahui adanya upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah dengan cara mengelola parkir di seluruh gerai toko retail yang ada. Namun, pihak manajemen tidak pernah mendukung ataupun menolak.

“Bagi kami, siapapun yang mengelola asalkan tidak pasang muka seram, nongkrong di salah satu gerai membuat calon pembeli takut dan tidak jadi membeli, hal itu ya boleh saja,” jelas dia.(OL-5)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Wagub DKI Klaim Pencopotan Spanduk FPI Kerja Sama Pemprov dan TNI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 24 November 2020, 11:59 WIB
Karena saat pandemi, Satpol PP DKI Jakarta memilki beban kerja ganda selain menegakkan aturan ketertiban umum juga harus menegakkan aturan...
MI/Kisar Rajaguguk

Satpol PP Depok tidak Bergerak, Pembangunan di Sungai Berlanjut

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 11:15 WIB
Pemerintah Kota Depok sebelumnya melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan yang mendirikan bangunan tanpa izin di badan Kali...
AFP/BAY ISMOYO

Polisi Analisa Hasil Pemeriksaan Saksi Terkait Kerumunan Rizieq

👤Siti Yona Hukmana 🕔Selasa 24 November 2020, 11:08 WIB
"Hari ini enggak ada pemeriksaan. Hari ini sifatnya rapat internal untuk menganalisa dan evaluasi dari hasil yang sudah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya