Senin 04 November 2019, 14:45 WIB

Pasca-Hutan Konservasi Terbakar, KLHK Tutup Jalur Pendakian

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Pasca-Hutan Konservasi Terbakar, KLHK Tutup Jalur Pendakian

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan water bombing di atas hutan yang terbakar di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup

 

PASCA-kebakaran hutan di sejumlah kawasan hutan konservasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutuskan menutup sejumlah jalur pendakian.

"Karena panas yang sangat tinggi yang mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan, seperti di Gunung Rinjani itu, akhirnya saya stop untuk tidak ada pendakian di Rinjani, Gunung Guntur juga itu lebih banyak savana. Oleh karena itu, untuk musim panas ini, mending saya tutup semua termasuk kebakaran yang besar di TWA (taman wisata alam) Ijen yang dampaknya luar biasa terhadap lansekap," kata Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, di Gedung KLHK, Senin (4/11).

Ia mengatakan pemerintah telah berupaya melakukan pemadaman terhadap wilayah tersebut, salah satunya dengan water bombing.

"Water bombing bersama BNPB terus dilakukan di beberapa tempat digunung-gunung," ucapnya.

Ia mengaku belum memiliki data report jumlah hasil temuan bangkai-bangkai keragaman hayati yang terdampak akibat insiden tersebut.

"Belum ada report, untuk Rinjani belum ada report. Belum ada report dari staf saya. Belum ada kalau dari KSDAE belum ada, mungkin reptil jenis ular bisa saja terjadi, menjadi korban," ungkapnya.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Guntur Ditutup akibat Kebakaran Hutan

Terkait dengan peranan manusia dalam kejadian tersebut, Wiratno pun mengaku belum mendapatkan informasi.

"Belum ada report, tapi kalau pengalaman saya, bila sangat kering itu rumputnya sangat rapat sehingga gesekan ranting pun bisa menyebabkan kebakaran. Lalu pendaki yang tidak bertanggung jawab semisal membuang puntung rokok dapat juga bisa menyebabkan kebakaran. Nah itu lah kami meminta semua untuk kesadarannya," tuturnya.

Akibat musim kemarau, sejumlah hutan konservasi mengalami kebakaran. Baru-baru ini, kawasan hutan alang-alang dan pohon pinus di Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali terbakar. Petugas gabungan berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya agar tidak menjalar ke lahan hutan lainnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat kebakaran telah terjadi di sembilan tempat yakni di Gunung Cikuray, Gunung Guntur, Gunung Putri, Gunung Karacak dan Gunung Haruman serta kawasan hutan Pamulihan, Malangbong, Banjarwangi dan Leles. Puluhan hektare lahan di kawasan tersebut ludes dilalap api.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More