Senin 04 November 2019, 13:49 WIB

Tunggal Putri Harus Juara di Turnamen Tiongkok Terbuka 2019

Despian Nurhidayat | Olahraga
Tunggal Putri Harus Juara di Turnamen Tiongkok Terbuka 2019

Antara
Pebulu tangkis putri Indonesia Fitriani. Dalam Fuzhou Tiongkok Terbuka , sektor tunggal putri Indonesia ditargetkan harus jadi juara.

MENURUNNYA prestasi dari sektor tunggal putri membuat kepala pelatih tunggal putri PBSI (Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia) Riony Mainaky memberikan beberapa catatan. Apalagi pada Selasa (5/11) atlet-atlet tunggal putri harus berbenah untuk mengikuti ajang Fuzhou Tiongkok Terbuka 2019.

Pria yang biasa disapa Ony mengatakan anak-anak asuhnya harus lebih fokus. Pasalnya, dalam dua turnamen terakhir yakni Prancis Terbuka dan Makau Terbuka 2019, tunggal putri masih tertinggal. Di Prancis Terbuka misalnya, Indonesia hanya sukses melaju ke babak kedua setelah Fitriani tumbang di tangan He Bing Jiao asal Tiongkok.

Begitu pun dengan turnamen Makau Terbuka yang dilaksanakan pekan lalu, Indonesia hanya berhasil melangkah ke babak perempat final lewat Ruselli Hartawan. Sayangnya dia tumbang di tangan Kim Ga Eun asal Korea Selatan.

"Mereka harus bisa lebih fokus dan telaten. Sepeti saat mereka ini harusnya menang, tapi malah kalah di dua set. Di situ pelatih kasih masukan, saya kasih tahu mereka salahnya di sini. Mereka sudah tahu, tapi mereka hilang fokus dan kalah. Mereka harus pintar-pintar, kalau ada kesempatan harus bisa digunakan," ungkap Ony, Senin (4/11).

Ony menambahkan bahwa saat ini para pemain harus bisa menghapus perasaan tidak enak di lapangan. Dia menekankan bahwa fokus itu sangat penting bagi para atlet.

Dia juga mengatakan bahwa keyakinan untuk bisa memenangkan pertandingan juga menjadi salah satu hal penting. Hal ini dikarenakan akan terpupuknya rasa percaya diri.

"Kalau seseorang sudah yakin bisa menang, itu menjadi modal mereka untuk bisa percaya diri. Mereka harus siap bukan hanya saat latihan dan di lapangan. Tapi juga mulai dari bangun tidur sampai sarapan, mereka harus siap dan bisa fokus," lanjutnya.

Di ajang Fuzhou Tiongkok Terbuka nanti, Ony menargetkan para pemainnya bisa menembus babak final bahkan menjuarai ajang ini. Dia juga mengatakan bahwa turnamen ini akan menjadi turnamen terakhir bagi para atletnya di tahun ini.

"Ini kan turnamen terakhir tahun ini. Jadi targetnya harus menang. Harus fokus, tenang, kalau sudah memimpin permainan harus konsen, jangan buru-buru. Mereka sudah tahu kesalahan kemarin," ungkapnya.

Ony menambahkan bahwa untuk tahun ini, para pemain mungkin sudah kehabisan waktu untuk mengejar ketertinggalan poin di peringkat mereka. Oleh karena itu, dia tidak terlalu menargetkan kepada para pemainnya untuk mengejar peringkat mereka.

baca juga: Praveen/Melati Targetkan Juara di Fuzhou Tiongkok Terbuka 2019

"Untuk kejar rangking sepertinya di turnamen tahun depan. Tahun depan kalau mereka kondisi siap, bisa ikut berbagai turnamen. Mau tak mau, kita harus ikut turnamen tinggi," tutup Ony. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More