Senin 04 November 2019, 12:50 WIB

Disrupsi Teknologi Harus Berdampak pada Produktivitas

Hilda Julaika | Ekonomi
Disrupsi Teknologi Harus Berdampak pada Produktivitas

MI/Susanto
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro

 

ERA disrupsi teknologi memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan produktivitas. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menjelaskan disrupsi bisa menimbulkan potensi ketimpangan.

Hal ini disebabkan akan muncul kelompok yang adaptif dan tertinggal. Di Indonesia, ketimpangan masih tinggi. Menurutnya, salah satu solusi yang bisa diberikan dengan memformulasikan kebijakan pengembangan manusia untuk peningkatan produktivitas.

"Solusinya, bagaimana disrupsi teknologi bisa dirasakan oleh lebih banyak kelompok. Karena kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, kita harus adaptif," paparnya kepada awak media seusai mengisi seminar Inequality in The Modern Era, di FEB Universitas Indonesia, Senin (4/11).

Ia mencontohkan, bagaimana mengupayakan mayoritas pekerja bisa mendapatkan kenaikan produktivitas karena penguasaan teknologi tersebut. Caranya, sambung Bambang, dengan mengubah jenis pekerjaan atau jurusan pendidikan untuk pekerjaan tertentu dari pendidikan umum ke pendidikan spesifik/vokasi.

Baca juga: Presiden Minta Mendikbud Maksimalkan Teknologi Pendidikan

Pemerintah sudah mengupayakan untuk menyempitkan gap dengan membangun Palapa Ring. Bambang menambahkan pembangunan infrastruktur Palapa Ring membuat seluruh Indonesia sudah memiliki jalan tol berbasis Information and Communication of Technology (ICT). Pekerjaan rumah ke depannya adalah memperkuat Base Transceiver Station (BTS) yang ada di kabupaten dan kecamatan.

"Kemudian yang kedua penetrasi dari smartphone juga sudah lumayan tinggi. Nah, kemudian yang ketiga bagaimana menjadikan smartphone menjadi lebih produktif. Diarahkan ke pengembangan untuk teknologi informasinya sendiri," tukas Bambang.

Meskipun indeks ICT Indonesia saat ini belum tinggi. Namun, menurut Bambang, dampaknya sudah terasa pada perusahaan Unicorn Indonesia yang terbaik di Asean dan di dunia pun masik di Top Ten. Bambang meyakini dengan dukungan ICT dan potensi populasi yang ada, Indonesia masih punya peluang untuk berkembang di kemudian hari.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More