Senin 04 November 2019, 11:23 WIB

Keluarga Afridza Akan Bangun Museum dan Kafe Mengenang Sang Anak

Kristiadi | Nusantara
Keluarga Afridza Akan Bangun Museum dan Kafe Mengenang Sang Anak

MI/Kristiadi
Keluarga akan membangun museum dan kafe untuk mengenang pembalap internasional Afridza Syach Munandar.

 

SEPANJANG jalan menuju Perum Tamansari, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dipenuhi karangan bunga. Bunga-bunga itu sebagai ucapan duka cita terhadap meninggalnya pembalap muda Indonesia, Afridza Syach Munandar, 20 saat mengikuti Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu, (2/11).

Pantauan Media Indonesia, hingga siang ini masih berdatangan para pelayat memenuhi halaman rumah duka. Tidak sedikit para pelayat yang datang ke rumah Afridza untuk memotret piagam-piagam yang diperoleh almarhum selama karier di dunia balap motor, dengan menggunakan ponsel.

Di dalam rumah, keluarga Afridza memajang beberapa seragam yang dipakai almarhum selama mengikuti balapan. Mulai dari topi, piala, foto, helm, dan piagam. Bahkan jumlah piala yang ada mencapai ratusan.

Tante Faridza, Dinar Andriani mengatakan, ada ratusan piala yang dipajangkan di dalam ruangan rumahnya dan bisa dilihat masyarakat yang datang melayat secara terbuka. Keluarga sengaja memajang penghargaan yang diperoleh Afridza untuk mengenang almarhum semasa berjuang menjadi pembalap internasional.

"Sebelum menjadi pembalap internasional itu, kami selalu mengurus Afridza sejak kecil hingga tumbuh dewasa. Ini sebuah kenangan yang dibanggakan keluarga. Dan keberhasilan dia mengharumkan bangsa Indonesia dengan berkibarnya bendera Merah Putih setelah mendapatkan tropi kejuaran. Saya sendiri sangat kehilangan," kata Dinar, Senin (4/11).

Pada kesempatan itu ayah kandung Afridza, Irwan Munandar, 48, menambahkan ada rencana keluarga membuat museum sebagai penghormatan bagi anak sulungnya itu.

"Kami akan memajang penghargaan yang diperolehnya selama terjun ke arena balap motor. Nantinya juga akan dibuat cafe bertemakan balap motor. Cita-cita almarhum membuat kafe bertemakan balap motor," terang Irwan.

Ia mengenang anaknya sebagai sosok disiplin, tatap beribadah dan memiliki semangat tinggi untuk menjadi pembalap kelas dunia. Darah pembalap mengalir dari kakeknya Andi Suryana yang pernah menjadi pembalap nasional motocross di era 70 an dan 80 an. Sejak kecil, Afridza sudah dilatih balapan motor oleh pamannya, Bayu Aditya yang juga pembalap road race nasional.

"Segudang prestasi telah diraih almarhum dari umur 10 tahun. Ia sudah h menjadi pembalap kelas profesional. Dan semasa SMP kelas 1 sudah mengikuti Kejurda dan langsung juara umum. Setahun kemudian dikontrak Yamaha SND Bandung. Kemudian pada 2016- 2017, Afridza menjadi juara  nasional moto prix kelas 125 dan 150 cc team Honda.

Irwan menambahkan anaknya mengikuti balapan kelas dunia mulai 2018. Ia mengikuti Asia Talent Cup seri pertama di Qatar, Malaysia, dan Thailand. Ia menjadi juara tiga mewakili tim Honda.

baca juga: Anggota Dewan NasDem Jepara Kucurkan Bantuan Air Bersih

"Tahun 2019 Afridza juga kembali mengikuti Asia Talent Cup seri ke dua dan 5 kali naik podium. Dua kali juara pertama, 2 kali juara ke 2 serta satu kali juara ke 3 dan mendapatkan poin ke 3 tiket ke Eropa sudah di tangan," ungkap Irwan.

Namun impian Afridza terhenti di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu, (2/11). Ia mengalami kecelakaan hingga nyawanya tidak bisa diselamatkan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More