Senin 04 November 2019, 11:20 WIB

Mengenang Pembalap Afridza akan Dibangun Museum Balap Motor

Adi Kristiadi | Olahraga
 Mengenang Pembalap Afridza akan Dibangun Museum Balap Motor

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc
Sejumlah kerabat berdatangan ke rumah duka Pembalap motoGP asal Indonesia almarhum Afridza Syach Munandar, 20.

KELUARGA mendiang pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar, berencana akan membuat museum dan kafe bertema balap motor. Untuk mengenang sang pembalap muda yang tewas dalam ajang Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang Malaysia, tiga hari lalu.

''Itu sebagai penghormatan pada alharhum yang bercita-cita membangun kafe. Ratusan piala, pakaian dan atribut balap milik almarhum semasa hidup hingga sepanjang kariernya menjadi pembalap sudah disiapkan di pajang dan ini sebuah kebanggaan keluarga,'' ujar Irwan Munandar, ayah kandung pembalap Afridza.

Menurut Irwan, selama hidupnya Afridza merupakan remaja yang disiplin dan taat beribadah hingga semangat tinggi untuk menjadi atlet pembalap kelas dunia. Darah pembalap mengalir dari kakek almarhum Andi Suryana sebagai pembalap nasional moto cros di tahun 1970 dan sejak semasa kecil dilatih pamannya bernama Bayu Aditya yang juga pembalap roadrace nasional.

"Segudang prestasi telah diraih almarhum dari umur 10 tahun sudah menjadi pembalap kelas profesional dan semasa SMP kelas 1 sudah mengikuti kejurda dan langsung juara umum. Setahun kemudian di kontrak Yamaha SND Bandung dan pada 2016-2017 juara nasional moto prix kelas 125 dan 150 cc team Honda," ujarnya.
 
Impian untuk menjadi pembalap profesional, Irwan Munandar, mengungkapkan almarhum mengikuti kelas dunia mulai terbuka di tahun 2018 masuk di asia talent cup seri pertama di Qatar, Malasysia, Thailand dan naik podium sebagai juara 3 dari Team Honda.
 
"Tahun 2019 Afridza juga kembali mengikuti Asia Talent cup seri ke dua dan lima kali naik podium dua kali juara pertama, dua kali juara kedua serta satu kali juara ketiga dan mendapatkan poin serta tiket ke Eropa sudah di tangan," tuturnya. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More