Senin 04 November 2019, 11:16 WIB

Rekor Demi Rekor Diciptakan Hamilton di Austin

Yakub Pryatmaja | Olahraga
Rekor Demi Rekor Diciptakan Hamilton di Austin

AFP/Charles Coates
Lewis Hamilton

PEMBALAP Mercedes Lewis Hamilton sukses mengunci gelar juara dunia F1 keenam kalinya walau hanya finis runner-up pada balapan Grand Prix AS di Austin, Texas, Senin (4/11) dini hari.

Valterri Bottas, rekan satu tim Hamilton sukses menjadi yang tercepat balapan seri ke-19 itu. Bottas gemilang setelah start dari pole position dan memanfaatkan dengan baik dua strategi pitstopnya.

Kemenangan keempat yang direngkuh Bottas musim ini di Grand Prix AS tidak cukup untuk menyangkal rekan setim Mercedes-nya Hamilton dapat gelar juara dunia keenam yang bersejarah.

Pembalap Inggris itu menyelesaikan balapan di urutan kedua, setelah menangkis serangan terlambat dari pembalap Red Bull, Max Verstappen.

Bottas memang harus menang di Austin jika ingin menjaga harapan juara dunia tetap hidup. Saat balapan, Bottas mengendarai mobilnya dengan fantastis dari posisi terdepan untuk menjaga kemenangan.

"Kami memiliki mobil yang sangat cepat. Jadi, saya sangat senang bisa meraih kemenangan ini,” ujar Bottas usai balapan.

Baca juga: Hamilton Bukukan Kemenangan Keenam di Grand Prix AS

Namun, Hamilton membuat satu strategi pitstop yang membuatnya hampir merayakan gelar keenam dengan menjuarai balapan di COTA.

Namun di lima lap terakhir, Hamilton kewalahan dengan sisa umur ban keras yang dipakai sehingga Bottas menyalip untuk memimpin lomba hingga finis 4,148 detik di depan.

Kemenangan ini membuat Hamilton mengamankan mahkota juara dunia ketiga berturut-turut. Ia pun bergabung dengan jajaran legenda sekelas Michael Schumacher sebagai satu dari dua pembalap yang memenangkan enam kali juara dunia.

Melihat usia Hamilton yang baru 34 tahun, bukan tidak mungkin dia akan bisa melewati pencapaian luar biasa milik Schumacher, juara dunia sebanyak tujuh kali.

Kesuksesan Hamilton turut membuat Mercedes menorehkan rekor. Mercedes dibawanya menjadi yang pertama dalam sejarah F1 bisa memenangi dua gelar dalam satu musim enam kali beruntun.

Mercedes telah memastikan menjadi juara konstruktor di F1 2019 sejak Oktober di seri Jepang.

"Awan bahkan tidak dekat dengan tempat saya. Saya berada di suatu tempat yang jauh di atas itu," ujar Hamilton ketika menganalogikan capaiannya.

"Saat ini sulit untuk memahami apa yang kurasakan. Tentu saja hanya kebahagiaan murni," tambahnya.

Sementara itu, Verstappen harus puas berada di urutan ketiga dengan menyelesaikan bakapan hanya terpaut 0,854 detik dari Hamilton.

Di belakangnya, pembalap Ferrari, Charles Leclerc, harus puas finis keempat. Balapan yang buruk untuk Ferrari, mengingat satu pembalapnya, Sebastian Vettel harus tersingkir dari balapan di lap kedelapan.(F1/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More