Senin 04 November 2019, 09:13 WIB

Penebangan Pohon Untuk Trotoar Seizin Dinas Kehutanan DKI

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Penebangan Pohon Untuk Trotoar Seizin Dinas Kehutanan DKI

Antara
Pekerja sedang melaksanakan perbaikan trotoar di wilayah Kemang, Jakarta Selatan.

 

DINAS Bina Marga DKI Jakarta menjawab perihal viralnya foto pembangunan trotoar yang menebang pohon tepatnya di titik Cikini, Jakarta Pusat dan Kemang Jakarta Selatan. Sebelumnya kedua foto yang beredar di jejaring media sosial Twitter menampilkan pohon-pohon berukuran besar habis ditebang, dan hanya tinggal menyisakan bagian bonggol akar saja dalam proses pembangunan trotoar.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyebut penebangan dilakukan atas seizin Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Rekomendasi penebangan pohon maupun hanya memotong cabangnya harus berasal dari Dinas Kehutanan

"Jadi gini lho, kita itu kalau mau tebang pohon harus seizin Dinas Kehutanan. Pohon mana yang ditebang itu rekomendasi dari dia. Pohon yang ditebang itu karena sudah tua. Apalagi sekarang masuk musim hujan takut kan bahaya," kata Hari saat dihubungi Media Indonesia, Senin (4/11).

Hari menegaskan pohon tersebut ditebang juga karena akarnya telah menutupi saluran. Ia menjamin selepas selesai pencacahan bonggol akar, titik di tempat semula pohon ditebang akan ditanami pohon baru.

"Selain itu juga menutupi saluran. Jadi kita tebang, bonggolnya kita ambil nanti kita tutup. Kita sudah siapkan aminitis untuk tempat pohon itu. Jadi kita tanam pohon baru lagi," ungkapnya.

Hari  menyesalkan banyak foto viral di media sosial tanpa konfirmasi terlebih dulu terhadap petugas yang sedang membangun sehingga menggiring opini negatif di tengah masyarakat.

baca juga: Peningkatan Sistem Harus Disertai Transparansi

"Ya kita lagi kejar target pembahasan. Jadi pusing juga ada seperti ini. Padahal itu sebetulnya foto-foto lama di-up lagi. Kita sudah bereskan pohonnya, izinnya dari Dinas Kehutanan," tandasnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More