Minggu 03 November 2019, 23:20 WIB

Gara-Gara Bocah, Rumah Sahabat Penyu Loang Ludes Terbakar

Alexander P Taum | Nusantara
Gara-Gara Bocah, Rumah Sahabat Penyu Loang Ludes Terbakar

MI/Alexander P Taum
Rumah Sahabat Penyu Loang Ludes Terbakar

 

RUMAH sahabat Penyu Loang (Sayang), sebuah rumah tempat memajang bahan edukasi guna menumbuhkan kecintaan warga Lembata terhadap habitat Penyu sekaligus galeri tenun ikat yang dibuka 1 kali 24 jam kepada khalayak ramai, di Desa Dua Wutun, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/11) siang, ludes terbakar.

Api menghanguskan seluruh isi bangunan, sedangkan Pelaku pembakar bangunan yang dibantu pemerintah itu kini diamankan polisi.

Pantauan Media Indonesia, Minggu (3/11) petang, bangunan dengan atap sirap dan dinding tripleks itu, rata tanah akibat kebakaran yang terjadi di siang bolong itu. Kejadian begitu cepat sehingga tak satu pun barang yang dapat diselamatkan. Kerugian ditaksir berkisar ratusan juta rupiah.

Rumah Sahabat Penyu Loang dibangun secara swadaya oleh komunitas pencinta Penyu Loang.

"Ini rumah edukasi sekaligus taman baca. Sebagian buku juga ludes. Rumah ini biasanya kalau ada relawan mereka mengajar di sini. Rumah ini juga menjadi tempat ibu-ibu menenun," ujar Polikarpus Bala, Koordinator Komunitas Sayang.


Baca juga: Wali Kota Ingin Gelorakan Perjuangan Afridza bagi Generasi Muda


Komunitas ini memiliki aktivitas mengumpulkan telur penyu di sepanjang pantai Desa Loang untuk ditangkar. Setelah menjadi tukik, bayi penyu itu dilepaskan ke alam liar. Aktivitas ini didorong kebiasaan predator baik hewan maupun manusia yang kerap mengambil atau memangsa telur penyu itu.

Polikarpus, Koordinator Komunitas Sayang sahabat Penyu Loang, kepada Media Indonesia, Minggu, mengaku cukup terkejut dengan kejadian tersebut.

"Informasi sementara anak-anak main api di lokasi, cuma pas siang, angin kencang jadi api langsung merambat. Tadi saya sampai di lokasi juga tinggal tiang saja, terus ada lapor ke Polsek. Jadi mereka ada pasang police line dan polisi masih lakukan penyelidikan. Pelaku sudah ditangkap kini berada di Polsek," ujar Polikarpus.

Polikarpus menyayangkan pelaku ialah bocah yang masih berada di bangku sekolah dasar yang bermain api di sekitar bangunan tersebut.

"Saya berharap semoga memang kesalahan anak-anak, bukan karena ada intrik lain. Saya tadi di Polsek Nagawutun. Kasihan anak-anak. Cuma karena ini bantuan dari pemda jadi apa pun alasannya, kami harus laporkan kepada pihak kepolisian biar mereka selidiki dulu, setelah itu baru kami pikirkan anak-anak ini," ujar Polikarpus. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More