Senin 04 November 2019, 05:20 WIB

Sertifikasi sudah Jadi Kebutuhan di Dunia Seni

(Ant/H-2) | Humaniora
Sertifikasi sudah Jadi Kebutuhan di Dunia Seni

MI/alexander
Dirjen Kesenian Kementerian pendidikan RI, Dr. Restu Gunawan

 

SERTIFIKASI profesi berbasis kompetensi bagi para seniman semakin dibutuhkan. Ini muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangsa pasar dalam skala nasional dan internasional.

Direktur Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Restu Gunawan menyampaikan hal itu saat kegiatan penyusunan materi uji kompetensi bidang kesenian di Denpasar, Bali, Sabtu (2/11). "Sertifikasi ini tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan," ucapnya.

Ia mengatakan sertifikasi saat ini telah menjadi kebutuhan sejalan dengan visi-misi Presiden Jokowi dalam meningkatkan sumber daya manusia dan menyiapkan tenaga-tenaga yang dapat bersaing secara kualitas untuk dapat menghasilkan individu yang produktif.

Menurutnya, kesadaran untuk memiliki sertifikasi di kalangan seniman muncul karena tidak sedikit kasus yang muncul ke permukaan. "Ketika ditolak untuk tampil karena tidak memiliki sertifikat itu, kesadaran untuk punya sertifikasi muncul," ungkap Restu.

Saat ini lembaga sertifikasi pihak ketiga (LSP-P3) Kemendikbud bidang kesenian telah mengembangkan 53 Skema Sertifikasi Profesi berbasis pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Akan ada tahap skema sertifikasi berupa penyusunan materi uji kompetensi sebagai perangkat dalam melakukan uji sertifikasi profesi. Restu berharap untuk tahun depan, banyak seniman dari berbagai daerah melakukan sertifikasi sesuai dengan kemampuan bidang seni masing-masing.

Pematung Nyoman Nuarta mengamini bahwa sertifikasi penting bagi seniman. Sang perupa yang menggagas Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) itu mencontohkan bahwa ia melakukan sertifikasi kekuatan bahan kepada lembaga internasional yang menyimpulkan GWK berkekuatan 100 tahun. "Karya-karya saya yang besar itu menggunakan teknologi bahan yang kuat secara struktur arsitektur, sedangkan pengelasan juga dilakukan mereka yang ahli di bidangnya," ucapnya beberapa waktu lalu. (Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More