Minggu 03 November 2019, 22:00 WIB

Dresden Deklarasikan Darurat Nazi

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Dresden Deklarasikan Darurat Nazi

xx
gerakan PEGIDA anti-Islam menggelar unjuk rasa menandai peringatan empat tahun gerakan di Dresden, Jerman timur pada 21 Oktober 2018

 

SEBUAH kota di Jerman timur, Dresden, telah mendeklarasikan 'darurat Nazi', mengatakan kota itu memiliki masalah serius dengan kaum sayap kanan.

Dresden, ibu kota Saxony, telah lama dipandang sebagai benteng sayap kanan dan merupakan tempat kelahiran gerakan anti-Islam, Pegida.

Anggota dewan di Dresden--yang bersaing untuk Ibu kota Kebudayaan Eropa 2025--kini telah menyetujui resolusi yang mengatakan diperlukan banyak langkah harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Tapi pihak lawan mengatakan kekhawatiran itu berlebihan.

"'Nazinotstand' berarti--mirip dengan keadaan darurat iklim-- kita memiliki masalah serius. Masyarakat demokratis yang terbuka terancam," kata anggota dewan local, Max Aschenbach, yang mengajukan mosi itu kepada BBC.


Baca juga: Tiongkok Siap Bekerja dengan ASEAN mengenai LCS


Aschenbach, dari partai politik satir berhaluan kiri, Die Partei, mengatakan dia yakin perlunya mengambil tindakan karena politisi tidak melakukan cukup untuk memosisikan diri mereka dengan jelas terhadap kelompok sayap kanan.

Resolusi itu mengakui sikap dan tindakan ekstrimis sayap kanan semakin sering terjadi dan menyerukan kota itu untuk membantu para korban kekerasan sayap kanan, melindungi kaum minoritas, dan memperkuat demokrasi.

Aschenbach mengatakan mengadopsi mosi tersebut menunjukkan komitmen dewan kota untuk membina masyarakat yang bebas, liberal, demokratis yang melindungi minoritas, dan dengan tegas menentang Nazi.

Resolusi Aschenbach diajukan ke pemungutan suara oleh dewan kota Dresden pada Rabu malam dan disetujui dengan hasil 39 suara mendukung dan 29 menolak, menurut laporan media setempat.

Partai Demokrat Kristen (CDU) yang memerintah Jerman adalah di antara mereka yang menolak resolusi tersebut. (BBC/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More