Senin 04 November 2019, 01:40 WIB

Respons Warga jika Taman Memakai Cat Bertimbal

Respons Warga jika Taman Memakai Cat Bertimbal

MI/Andry Widyanto
Taman di Jakarta terindikasi zat timbal

 

"Aisyah ayo turun. Sudah mau malam nih. Kita pulang yuk," ajak Susanto, 40, pada putrinya yang masih balita. Berkali-kali ayah dua putri itu membujuk anaknya untuk turun dari ayunan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Selatan, Jakarta Barat, tapi sang anak hanya meresponsnya dengan gelengkan kepala.

Seperti hari-hari sebelumnya, Susanto memang menjadikan RPTRA Meruya Selatan sebagai tujuan utama ketika harus mengajak kedua anaknya bermain.

Bahkan, tak hanya Susanto, tapi juga banyak warga lainnya sehingga RPTRA Meruya Selatan selalu ramai.

Tempat bermain yang luas dan aman menjadi pertimbangan utama mereka.

"Saya rasa sama ya. Setiap orang yang datang ke sini pertimbangannya pasti karena di sini aman. Taman ini jauh dari kendaraan lalu lalang. Makanya hampir setiap akhir pekan kami pasti ke sini," ujar Susanto, Minggu (3/11).

Warga Taman Kebon Jeruk ini menuturkan RPTRA Meruya Selatan menjadi jawaban kebutuhan masyarakat Ibu Kota untuk mendapatkan tempat rekreasi yang nyaman dan aman. Namun, saat ditanya terkait dengan cat berbahan timbal yang digunakan di taman tersebut, Susanto mengaku tidak mengetahuinya.

"Apa itu? Saya enggak tahu. Memangnya timbal itu apa? Pengaruhnya sama kita apa?" tanyanya penasaran sambil berlarian mengejar anaknya yang lain yang sedang berlari-lari di taman.

Senada dengan pertanyaan Susanto, Sabillah, 35, juga menyatakan kebingungannya dengan beberapa pemberitaan yang menyebutkan cat berbahan timbal.

"Itu maksudnya apa ya? Beracun mungkin ya maksudnya? Tapi taman ini sudah lama. Masa racunnya tidak hilang kena panas dan hujan bertahun-tahun," cetus ibu rumah tangga yang sedang menemani anaknya.

Menurut Sabilah, banyak masyarakat yang tidak paham dengan cat berbahan timbal.

"Kami kan tidak paham apa itu timbal, pengaruhnya apa, batasannya bagaimana dan apa yang harus dilakukan kalau sudah tersentuh itu. Apa harus dicuci atau bagaimana," tuturnya. Oleh karena itu, dia berharap diberi pengertian tentang dampaknya dan taman yang terindikasi menggunakan bahan cat beracun segera ditutup sebab banyak anak-anak yang bermain di taman. (Sru/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More