Minggu 03 November 2019, 20:24 WIB

Gagal Terpilih Jadi Ketum PSSI, Arif Tetap Dukung Iwan Bule

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
Gagal Terpilih Jadi Ketum PSSI, Arif Tetap Dukung Iwan Bule

Arif Putra Wicaksono
MI/ Bary Fathahilah

 

HASIL Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI memutuskan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 mendatang. Iwan Bule menyisihkan dua calon lainnya yang bertahan hingga akhir kongres, yakni Arif Putra Wicaksono dan Rahim Soekasah.

Meski tak terpilih dan dikalahkan Iwan Bule di KLB, Arif Putra Wicaksono mengaku akan tetap beraktivitas di lingkungan sepak bola Indonesia. Ia mengaku akan mendukung kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Iwan Bule, tanpa harus terlibat langsung di dalam organisasi.

"Yang jelas saya tetap di bisnis sepak bola dan terus berinteraksi dengan PSSI. Soal jabatan di PSSI seperti Sekjen mungkin ada yang lain lebih cocok," kata Arif, Minggu (3/11).

Arif Putra Wicaksono dikenal sebagai promotor olahraga terkemuka di Indonesia. Ia merupakan CEO Nine Sport yang pernah membawa klub-klub elite Eropa seperti Ajax Amsterdam, Juventus, Sevilla, AS Roma hingga Hamburger SV untuk tampil di Indonesia.

Selain itu, Arif juga terlibat dalam gelaran latihan dan uji coba tim nasional Indonesia dan beberapa klub di Liga Indonesia

Ia berharap dengan kepemimpinan Iwan Bule, dirinya dapat terus bekerja sama untuk memajukan Industri sepak bola Indonesia.

"Ini bukan tentang Iwan saja, tapi untuk sepak bola indonesia. Ya saya juga pegiat sepak bola, mudah-mudahan bisa sinergi dengan PSSI yang baru," ungkap Arif.

Arif pun mengaku tak mematok target yang muluk-muluk terhadap Iwan Bule. Menurutnya, untuk membentuk iklim sepak bola yang maju dan stabil perlu proses yang panjang.

"Gini setiap perubahan yang diinginkan, inginnya langsung drastis. Tapi, itu semua kan butuh proses. Tak ada gading yang tak retak, jadi semua ada kekurangan pasti. Tapi, bagaimana kita harus tetap optimistis," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More