Minggu 03 November 2019, 20:19 WIB

 45% Anggota Keluarga Besar Partai Golkar Menangi Pilkades Bogor

mediaindonesia.com | Nusantara
 45% Anggota Keluarga Besar Partai Golkar Menangi Pilkades Bogor

Istimewa
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, SE (tengah) memberikan penjelasan soal hasil Pilkades 2019 di Kabupaten Bogor.

 

SETELAH mendapatkan laporan dari tim di lapangan yang bertugas memantau jalannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 di 273 desa se-wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata di seluruh desa terdapat keluarga besar Partai Golkar yang mencalonkan diri menjadi kepala desa, baik kader maupun simpatisan partai.

Hasil laporan tim pemantau lapangan yang dihimpun tim independen DPD Partai Golkar hasil sementara 121 desa atau sekitar 45% dari desa yang mengikuti Pilkades Serentak 2019 di Bogor dimenangkan oleh kader dan simpatisan Partai Golkar. 

"Alhamdulillah cukup banyak kader dan simpatisan Partai Golkar yang unggul," ujar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, SE yang akrab disapa Jaro Ade di Bogor, Minggu (3/11).

Jaro Ade juga mengapresiasi Pilkades Serentak Kabupaten Bogor tahun ini bisa berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif berkat kerja keras dan kerja sama yang baik dari jajaran Polres Bogor, Kodim, Jajaran Muspika, dan Panitia Pilkades 2019.

"Saya juga menegaskan kepada keluarga besar Partai Golkar yang terpilih sebagai kepala desa untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat dan jangan sekali-kali berfikir untuk korupsi," kata Jaro ade.

Jaro Ade juga meminta kader dan simpatisan Partai Golkar yang memenangi Pilkades 2019 untuk berkomunikasi  dan merangkul lawan politik di Pilkades.

"Mereka diajak duduk bersama untuk merumuskan arah pembangunan Desanya kedepan, seperti yang di contohkan Bapak Presiden RI, Joko Widodo yang merangkul semua element bangsa untuk bersama-sama membangun bangsa," paparnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More