Minggu 03 November 2019, 23:40 WIB

IS Bertanggung Jawab atas Serangan di Mali

IS Bertanggung Jawab atas Serangan di Mali

AFP
IS Bertanggung Jawab atas Serangan di Mali

 

KELOMPOK teror Islamic State (IS), Sabtu (2/11), mengklaim bertanggung jawab atas serangan dahsyat yang menewaskan 49 tentara Mali serta ledakan yang menyebabkan kematian seorang tentara Prancis yang menjadi korban terbaru di wilayah yang dilanda konflik.

Serangan pada Jumat terhadap pos militer Mali di Indelimane di wilayah Menaka timur dekat Niger menewaskan 49 tentara dan melukai 3 orang lainnya serta 20 orang yang selamat, kata Angkatan Bersenjata Mali (FAMa), Sabtu.

"Tentara kekhalifahan menyerang pangkalan militer tempat unsur-unsur tentara murtad Mali ditempatkan di Desa Indelimane," kata IS dalam sebuah pernyataan di saluran media sosialnya.

Kopral Prancis Ronan Pointeau, 24, meninggal setelah kendaraan lapis baja yang dia kendarai menabrak alat peledak improvisasi (IED) di dekat Kota Menaka, menurut satu pernyataan Kementerian Pertahanan Prancis.

IS pada Sabtu malam juga mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Mereka mengatakan para pejuang telah meledakkan sebuah alat peledak dalam konvoi tentara Prancis di daerah Indelimane. Pointeau dan rekan-rekannya mengawal konvoi antara Kota Gao dan Menaka.

"Serangan berbahaya ini menunjukkan pentingnya dan pahitnya perang melawan kelompok-kelompok teroris bersenjata di wilayah perbatasan yang mencakup Mali, Niger, dan Burkina Faso," kata Kementerian Pertahanan Prancis.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly, akan mengunjungi Mali segera untuk mengadakan diskusi dengan pihak berwenang.

Pemerintah Mali awalnya mengatakan 53 orang tewas dalam apa yang disebutnya sebagai serangan teroris.

"Teroris melakukan serangan mendadak pada waktu makan siang. Kendaraan militer dihancurkan, dan yang lain dibawa pergi," terangnya. (AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More