Minggu 03 November 2019, 23:20 WIB

Penjaga Tanah Amazon Dibunuh Pembalak Liar

Penjaga Tanah Amazon Dibunuh Pembalak Liar

Ilustrasi
Penjaga Tanah Amazon Dibunuh Pembalak Liar

 

SEORANG pelindung atau pembela tanah adat muda, Paulo Paulino Guajajara, telah ditembak mati dan seorang lainnya terluka oleh pembalak liar di wilayah Amazon, Brasil.

Guajajara diserang dan ditembak di kepala, Jumat (1/11), di area reservasi Arariboia di negara bagian Maranhao.

Dia merupakan anggota penjaga hutan atau Guardians of the Forest, kelompok yang dibentuk untuk memerangi geng-geng penebangan hutan ilegal di daerah itu.

Pihak berwenang mengatakan dia ditembak di kepala saat penyergapan oleh penebang liar yang telah menyerbu wilayah reservasi. Pria pribumi lainnya, Tainaky Tenetehar, terluka dalam serangan itu.

Polisi Brasil mengatakan salah satu penebang juga tewas dalam baku tembak berikutnya. Organisasi panpribumi Brasil APIB mengatakan tubuh Paulo Paulino Guajajara masih terbaring di hutan, ditembak mati.

Pembunuhan itu meningkatkan kekhawatiran tentang meningkatnya kekerasan terhadap pelindung hutan Amazon.

Kelompok nirlaba Survival International mengatakan setidaknya tiga anggota Guardians sebelumnya telah terbunuh bersama dengan banyak kerabat mereka.

Presiden populis Brasil Jair Bolsonaro telah menuai kritik pedas di dalam negeri dan dunia internasional karena gagal melindungi wilayah Guardians di wilayah Amazon timur.

Bolsonaro malah sering menyatakan dukungan terhadap petani dan penebang yang bekerja di wilayh tersebut, sembari mengkritik aktivis lingkungan dan memangkas anggaran badan lingkungan Brasil.

Menteri Kehakiman Brasil, Sergio Moro, mengatakan polisi federal sedang menyelidiki insiden itu. "Kami akan mengerahkan segala upaya untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan serius ini ke pengadilan," ujarnya. (BBC/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More