Minggu 03 November 2019, 22:20 WIB

Dicari Para Pembuat Aplikasi

Tesa Oktiana Surbakti  | Ekonomi
Dicari Para Pembuat Aplikasi

Ilustrasi
Ekonomi Digital

 

INDONESIA diprediksi menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar. Pemerintah menangkap potensi tersebut dengan membangun infrastruktur teknologi digital yang dikenal proyek Palapa Ring.

Peningkatan akses internet diyakini mempercepat transformasi digital di berbagai sektor bisnis. Hal tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas untuk menjaga daya saing Indonesia.

Namun, perubahan itu menimbulkan dua persoalan besar, yakni kebutuhan terhadap keahlian baru dan belum optimalnya sistem pendidikan domestik.

Salah satu profesi yang dibutuhkan menghadapi revolusi industri 4.0, yaitu programmer.

Berdasarkan laporan McKinsey, kebutuhan programmer akan meningkat 55% pada 2030. CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menjelaskan nanti semua proses industri beralih menuju automasi sehingga memerlukan bahasa pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan industri. "Peran penting programmer ialah membuat aplikasi atau program yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan. Dengan aplikasi yang tepat, perusahaan akan mampu bekerja lebih efisien dan efektif," tutur Narenda di Jakarta, Selasa (29/10).

Fakta itu diperkuat World Economic Forum (WEF) yang menyatakan dunia usaha semakin mengincar sumber daya manusia dengan keahlian teknis, seperti pemrograman dan pengembangan aplikasi. Tidak hanya sektor swasta, hal tersebut juga dibutuhkan pemerintahan.

Menyadari hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) rutin memberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian pegawai, terutama bidang teknologi informasi. Kepala daerah serta perangkatnya juga dituntut mengikuti perkembangan digital yang begitu pesat.

"Kami berharap transformasi digital mendorong reformasi birokrasi melalui peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sistem penyelenggaraan pemerintah sebaiknya berbasis digital. Karenanya, political will pemimpin daerah berperan besar," ungkap Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kementerian Dalam Negeri, Drajat Wisnu Setyawan, di tempat yang sama.

Pada tingkat pusat, pemerintah sudah memiliki Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) sebagai aplikasi terpadu yang mudah diakses dan bersifat dua arah. Aplikasi itu terkoneksi dengan 67 instansi pemerintah untuk memudahkan koordinasi dan penyelesaian pengaduan.

Sebagian besar provinsi juga memiliki aplikasi khusus untuk meningkatkan layanan publik. Sebagai contoh Jakarta dan Bandung yang mengimplementasikan konsep smart city dengan dukungan aplikasi sesuai kebutuhan daerah.

"Pengembangan layanan berbasis digital harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat. Di Jawa Barat, kami fokus pada pengembangan platform yang mendorong ekonomi masyarakat desa," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Setiaji, melalui telekonferensi.

Untuk melahirkan programmer andal, sejumlah upaya dilakukan. Salah satunya, Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) Indonesia bekerja sama dengan pemerintah akan menggelar ALE Geek Battle.

"Melalui ALE Geek Battle, para programmer di seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik," ujar Country Manager ALE Indonesia, Adios Purnama. ALE Indonesia akan memberikan 1.500 beasiswa kepada masyarakat Indonesia, khususnya usia produktif untuk mengikuti kelas dasar pemrograman.

Pendaftaran yang berlangsung 29 Oktober hingga 15 November. Dari 1.500 peserta awal, ALE Indonesia akan memilih 150 peserta untuk mengikuti kelas pemrograman lanjutan. Setelahnya, 30 peserta terbaik akan mengikuti program ALE Geek Battle dan memperoleh kesempatan bekerja dengan tim ALE Indonesia. (S-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More