Minggu 03 November 2019, 17:30 WIB

Dialogue Youth Co: LAB 2019 Ajak Pemuda Sukseskan SDGs

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Dialogue Youth Co: LAB 2019 Ajak Pemuda Sukseskan SDGs

Dok. Kemenpora
Ajang Dialogue Youth Co: LAB

 

DEPUTI Kewirausahaan Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar National Dialogue Youth Co: LAB 2019 untuk membangun agenda bersama bagi negara-negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Kegiatan itu bertujuan untuk memberdayakan generasi muda guna mempercepat implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs).

Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan menjelaskan, National Dialogue Youth Co  LAB 2019 secara spesifik bagi Indonesia digelar dalam rangka memperbaiki ekosistem atau lingkungan dunia usaha yang memudahkan untuk tumbuhnya wirausaha muda pemula (startup)

Kegiatan ini, tambah Imam, dipadukan dengan Co: LAB atau colaboration youth yang mendatangkan pemuda sebagai pelaku untuk memperbaiki ekosistem pengembangan kewirausahaan.

“Adapun untuk pelaku pengembangan kewirausahaan itu sendiri meliputi pemerintah, pemerintah daerah, society dan youth yang merupakan bagian dari masyarakat yang didorong untuk meng-create dan memiliki inisiatif dibidang start up business baik yang memiliki dampak sosial maupun tidak,” kata Imam.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk menggali feedback atau umpan balik untuk memperbaiki kebijakan penumbuhan wirausaha pada masa yang akan datang.

“Kegiatan ini menginisiasi dan memprakarsai rencana kolaborasi di tingkat daerah. Nanti daerahnya akan kami tentukan, teman-teman yang ada di sini, UNDP maupun dari city foundation akan bersama-sama berkolaborasi meningkatkan upaya memperbaiki ekosistem kewirausahaan itu dalam kerja kolaboratif,” ujarnya.

Kegiatan ini pada dasarnya inisiasi dari UNDP Indonesia yang dikuatkan oleh City Foundation. Kemenpora sebagai co house atau tuan rumah bersama dengan kegiatan ini.

 

Baca Juga: Bukan Revisi, Kemenag Evaluasi Buku Pelajaran Agama

 

Kemenpora ikut mendukung karena hasil dari diskusinya berkontribusi positif dalam penumbuhan wirausaha muda pemula di Indonesia.

Peserta yang hadir adalah perwakilan pemerintah pusat dari kementerian lembaga, pemerintah daerah seperti Sumsel, Kabupaten Bajo, startup business, sosio preuner, enterpreneur atau wirausaha yang sudah jadi datang berkolaborasi untuk memberikan feedback atau masukan perbaikan ekosistem pengembangan kewirausahaan pemuda pemula.

Dalam ajang itu, ada juga rangkaian kegiatan yang bernama Ideatonesia yang diselenggarakan di Pontianak, Kupang serta Balikpapan dan mereka yang menyeleksi.

Mereka diberikan peningkatan kapasitas dibidang sosiopreuner kemudian dari sini mereka diminta untuk mengusukkan project kemudian diberi waktu untuk mematangkan projectnya dan dinilai masuklah pada tahapan youth collage.

“Kemarin tanggal 30 Oktober kita melakukan seleksi untuk menentukan nomor satu, dua dan tiga,” tambah Imam. Kemenpora akan menggelar acara ini setiap tahun dengan tahapan acara yang sama seperti ini dan acara puncaknya selalu berpindah.

Tahun lalu puncak acara digelar di Denpasar. Tahun ini digelar di Jakarta. “Tahun depan belum tahu karena menyesuaikan kegiatan dari UNDP maupun Citi Bank,” kata dia.

Sementara itu, salah satu peserta bernama Yeni aryanti dari Ureports Indonesia mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Di sini ternyata banyak berkumpul berbagai kalangan baik dari start up, bisnis pemula, pemilik ide, perwakilan pemerintah sehingga bisa bertukar pengalaman dan pendapat dalam membangun bisnis di wilayah kita masing-masing,” kata dia.

Dia berharap dari kegiatan itu pemerintah bisa mendengar rekomendasi-rekomendasi dalam mempermudah langkah wirausahawan muda dalam menjadi start up pebisnis muda.

“Kegiatan ini perlu dilakukan secara berkesinambungan karena sebagai pemula wajib dibimbing agar sustainable sampai bisa stabil di bisnisnya,” kata dia. (RO/OL-7).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More