Minggu 03 November 2019, 18:55 WIB

Tito Minta Gubernur Kalteng Selesaikan Masalah Pelemparan Botol

Cahya Mulyana | Nusantara
Tito Minta Gubernur Kalteng Selesaikan Masalah Pelemparan Botol

youtube
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (kaos merah) saat sedang melempar botol ke arah wasit.

 

KEPALA Pusat Penerangan Kemendagri Bachtiar Baharudin mengatakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menghubungi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran sesaat tindakannya menyedot perhatian publik. Tito meminta Sugianto menyelesaikan dampak dari perbuatannya itu supaya tidak menimbulkan masalah lain.

"Masalah lokal sudah diselesaikan (secara personal antara) Gubernur Kalteng (Sugianto) dan Kapolda Kalteng, kemarin (Sabtu 2/11). Pak Menteri (Dalam Negeri Tito Karnavian) langsung komunikasi dengan Gubernur dan Kapolda Kalteng," terangnya kepada Media Indonesia, Minggu (3/11).

Menurut dia, Tito meminta Sugianto menuntaskan kemelut atas perbuatannya pada laga Kalteng Putra menjamu Persib Bandung, Jumat (1/11). Ia meminta persoalan pelemparan botol oleh Sugianto tidak menimbulkan masalah turunan seperti menimbulkan keresahan di masyarakat.


Baca juga: Sumsel Optimistis Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20


"Supaya masalah dituntaskan segera diselesaikan dan tak mengganggu ketenteraman masyarakat. Cegah melebar," katanya.

Usai perintah muncul dari Tito, kata dia, Sugianto pun telah meminta maaf dan berkomunikasi dengan Kapolda Kalteng untuk menuntaskan persoalan ini. "Sebab tugas pemerintah adalah setiap masalah segera diselesaikan. Bukan dibesarkan dan dilebarkan," pungkasnya.

Sebelumnha, aksi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019, menjadi viral di media sosial. Orang nomor satu di Kalteng itu pun menjadi bulan-bulanan kritik warganet. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More