Minggu 03 November 2019, 14:34 WIB

Gerakan Tanda Tangan Dukung Gibran Maju Pilkada Surakarta

Widjajadi | Nusantara
Gerakan Tanda Tangan Dukung Gibran Maju Pilkada Surakarta

MI/WIDJAJADI
Gerakan Tanda Tangan untuk Gibran Maju di Pilkada Surakarta 2020 digelar di Barat Stadion Sriwedari, Surakarta, Minggu (3/11).

 

MESKI tidak ada hubungan apapun dengan partai politik (Parpol) PDIP, senjumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam komunitas Kancane Gibran Gess (KaGeGe) nekat menggalang tanda tangan dibentangan kain sepanjang 30 meter.

Gerakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Gibran Rakabuming Raka yang sedang berjuang meraih rekomendasi DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada Surakarta 2020.

Gerakan dukungan untuk putra sulung Presiden Jokowi yang ingin menjadi kandidat Wali Kota Surakarta itu, digelar di barat Stadion Sriwedari, atau tidak jauh dari kegiatan Car Free Day (CFD) warga kota Solo di protokol Slamet Riyadi, Minggu (3/11).

Sempat diwacanakan, gerakan dukungan dengan cara mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP).

"Tadinya mau ngumpulin foto copy KTP, tapi itu riskan. Karenanya yang dipilih kemudian dukungan dalam bentuk tanda tangan," ujar Ketua KGG Imelda Yuniati kepada wartawan di sela sela kegiatan dukungan tanda tangan warga di bentangan kain warna pink tersebut.

Dia paparkan, kegiatan pengumpulan tanda tangan itu akan menjadi sebuah dokumen masyarakat Solo untuk ayah Jan Ethes. Nantinya dokumentarsi tersebut akan diserahkan kepada DPP PDIP. Meski ia menekankan, ormas KaGeGe tidak ada hirarkis dengan partai politik besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Mereka berjuang dengan cara seperti itu karena peluang suami Selvi Ananda untuk mendaftar lewat DPC PDIP Surakarta sudah tertutup. Hal ini disebabkan karena pengurus DPC PDIP hanya mendaftarkan pasangan bakal calon (balon) Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, yang disebut sebagai bentuk penugasan partai.

Baca juga: Gibran Berbagi Pengalaman Wirausaha kepada Santri Ponpes

Pasangan Achmad Purnomo-Teguh mendapatkan penugasan karena memiliki aspirasi dari bawah, mulai ranting, anak cabang hingga kepengurusan cabang. Karena itu, meski Gibran juga sudah menjadi kader dan keanggota terbaru dari parpol 'banteng moncong putih' namun datangnya belakangan setelah nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa diterima DPP.

"Ini posisinya Mas Gibran jelas pintunya hanya mau (maju) lewat PDI-P. Karena beliau anggota dan kader PDI-P. Jadi, ini sebuah dokumentasi dukungan kepada beliau," imbuh Imelda yang semasa Pilpres lalu tergabung dalam barisan Jokowi  dalam Jaringan Makmur Nusantara.

Dia tegaskan banyak dari masyarakat yang menanyakan ingin memberikan dukungan kepada bos martabak Markobar itu maju di Pilkada Solo. Bahkan, dengan suka rela mereka ingin menitipkan kartu identitas mereka.

KaGeGe, lanjut dia, kesengsem memberikan dukungan Gibran maju Pilkada Solo karena merupakan sosok muda visioner. Ia diyakini mampu membawa perubahan untuk Kota Solo ke depannya.

"Solo itu harus lebih didorong untuk membuka lapangan pekerjaan, birokrasinya harus melayani dan bersih, dan mewujudkan kota berbudaya, dan itu akan bisa cepat teelaksana kalau dipegang anak muda yang mempunyai visi jelas seperti Mas Gibran," pungkas Imelda.

Selain gerakan dukungan tanda tangan, ada juga kegiatan cukur  bersama gratis ala rambut Gibran di tempat yang sama. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More