Minggu 03 November 2019, 10:45 WIB

Saloka Park, Wahana Wisata Baru di Jawa Tengah

Haryanto | Nusantara
Saloka Park, Wahana Wisata Baru di Jawa Tengah

MI/Haryanto
Saloka Park di malam hari

 

JALUR Semarang-Solo tepatnya di Jalan Fatmawati, Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ramai. Hal ini berbeda dengan hari biasa, kendaraan yang biasanya melintas dalam kecepatan tinggi sejak sore harus berjalan sedikit melambat karena para pelintas mengurangi kecepatannya untuk melihat pemandangan baru di Saloka Park.

Wahana permainan terbesar di Jateng, Saloka Park, memiliki kegiatan baru yang berlangsung selama 16 hari, dengan menghimpun puluhan usaha kecil menengah (UKM) bidang kuliner yang ada di daerah di Jawa Tengah. Berbagai ajang kreativitas seni budaya dan automotif diadakan hingga membuat suasana ramai karena setiap malam ratusan orang berkumpul di tempat itu.

Seperti malam berlangsungnya acara bertajuk Nostalgicar Salatiga, pengunjung tidak hanya bisa menikmati ratusan jenis kuliner yang dipajang di puluhan stand di halaman depan Saloka Park, tetapi juga melihat puluhan mobil-mobil klasik dan ratusan motor vespa yang diparkir di jalan masuk dan depan loket wahana permainan ini.

Tidak hanya itu, sebuah panggung kecil di tengah arena stand kuliner juga menyajikan berbagai hiburan, seperti tari-tarian modern dan tradisional, musik lokal dan lainnya, sehingga pengunjung yang sebagian besar anak muda dan keluarga bisa bersantap malam sembari menikmati hiburan.

Manager Saloka Park Joedi Seno Atmojo mengatakan kegiatan yang dimulai dari peringatan Sumpah Pemuda hingga Hari Pahlawan ini secara umum bertajuk Srawungan. Selain untuk lebih memperkenalkan kepada warga tentang wahana berisi 25 jenis permainan juga untuk memberikan hiburan baru pada malam hari.

"Dalam kegiatan ini, kita menggandeng UKM dari berbagai daerah, komunitas dan penggiat seni budaya sekitar Saloka Park," ujar Joedi Seni Atmojo.

Sebagai cacatan, kata Joedi, penamaan Saloka terinspirasi untuk mengangkat budaya lokal legenda Rawa Pening. Sesosok naga yang dapat berbicara, Baru Klinthing, putra dari Ki Hajar dan Nyai Salokantara menjadi ikon di taman wisata ini.

Baca juga: BCA Resmikan Desa Binaan Doesoen Kopi Sirap Semarang

Saloka Park berdiri di atas lahan seluas 18 ha. Menjadi taman wisata terbesar di Jateng, Saloka Park memiliki banyak wahana seru. Untuk harga tiket masuknya pun terbilang cukup terjangkau mengingat fasilitas dan keseruan yang di dapat pengunjung.

"Wisatawan tak perlu ragu untuk mengunjungi tempat wisata baru Semarang ini. Selain areanya yang sangat luas, tempat wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan wahana seru untuk anak anak, remaja hingga wahana yang memacu adrenalin," imbuhnya.

Dalam acara bertajuk Srawungan, pihak Saloka Park juga menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI ) dengan harapan membudayakan dan lebih mengenalkan penggunaan uang digital karena seluruh pembayaran di acara ini menggunakan BRIZi yang sudah disiapkan counter untuk melayani proses pembelian.

Kendala utama dalam kegiatan ini, lanjut Joedi, karena lokasi tidak di tengah perkotaan dan merupakan jalur cepat, sehingga pengunjung harus mempersiapkan kendaraan karena pada malam hari di jalur ini tidak dilayani angkutan umum.

Marketing Komunikasi Saloka Park Irine menyebut usai berjalan hampir satu minggu terlihat animo warga untuk datang cukup besar karena setiap hari tercatat ratusan pengunjung datang, rata-rata mencapai 300 orang per hari bahkan di akhir pekan lebih banyak lagi.

"Sejak dibuka pada Juni, semua wahana sudah beroperasi dan yang terbaru bernama gonjang-ganjing yakni wahana seperti arum jeram, cukup banyak peminat," tuturnya.

Sementara itu Feby Kusuma Dewi dari BRI mengaku ada hal khusus untuk melayani penggunaan uang digital, selain berbagai bonus menarik juga disiapkan kartu baru dengan gambar kegiatan ini.

"Jadi ada dua kartu uang digital yang kita siapkan yakni biasa dan khusus, setiap pengguna akan diberikan bonus Rp5.000-10.000 per kartu," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More