Minggu 03 November 2019, 10:10 WIB

NasDem Undang 3 Gubernur Nonkader Hadiri Kongres

Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
NasDem Undang 3 Gubernur Nonkader Hadiri Kongres

MI/Susanto
Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

 

KONGRES Nasional Partai NasDem yang akan dihelat pada 8-11 November nanti akan dihadiri elite politik di luar kader NasDem, salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan NasDem sudah memberikan undangan kepada Anies yang nantinya juga akan memberikan sambutan sebagai tuan rumah.

"Iya, Pak Anies kan Gubernur DKI, sebagai gubernur dia wajarlah memberikan sambutan dan memberikan ucapan selamat datang kepada peserta kongres yang dari Sabang sampai Merauke datang ke Ibu Kota," Kata Willy dalam diskusi bertajuk Perspektif Indonesia di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin.

"Sebagai kepala daerah ya mengatakan 'Welcome, selamat datang ke ibu kota negara' itu suatu hal yang wajar," imbuhnya.

Kongres yang akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tersebut akan membahas perihal Pemilu 2024. Namun, Willy membantah diundangnya Anies dalam rangka pendekatan untuk persiapan maju dalam pemilu mendatang.

Selain Gubernur DKI, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga diundang dalam kongres tahunan tersebut. Willy pun kembali membantah diundangnya keduanya  untuk persiapan Pilpres 2024.

"Masih jauh, Belanda masih jauh. Kita harus ingat, Mas Anies dan Bu Khofifah itu deklarator Partai NasDem. Jadi mereka memiliki kedekatan secara kultural dan emosional dengan Partai NasDem," jelas Willy.

Adapun Ridwan Kamil, menurut Willy, dekat dengan NasDem karena ia merupakan kepala daerah yang diusung partai tersebut.

Dalam menanggapi pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan  Presiden PKS Sohibul Iman, pada Rabu (30/10), Willy menjelaskan hal itu wujud saling menghormati posisi kedua partai. PKS menghargai posisi NasDem di dalam pemerintahan saat ini dalam Kabinet Indonesia Maju. NasDem juga menghargai posisi PKS di luar pemerintahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan tidak perlu baper alias bawa perasaan menilai pertemuan Surya dan Sohibul.

"Mungkin Pak Surya Paloh sudah lama tidak ketemu Pak Sohibul Iman, mungkin dengan saya tidak begitu kangen, biasa saja, tidak perlu dibawa ke perasaan," kata Presiden Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (1/11).

Jokowi menganggap biasa pertemuan itu selaku sesama tokoh politik dan partai. Presiden pun menilai pertemuan tersebut demi kebaikan negara. "Jangan dikaitkan NasDem ketemu PKS lalu koalisi rapuh, apa hubungannya? Tidak ada hubungannya." (Iam/Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More