Minggu 03 November 2019, 08:05 WIB

Menjaga Asa untuk Perdamaian di Rakhine State dan Palestina

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Menjaga Asa untuk Perdamaian di Rakhine State dan Palestina

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengikuti sesi pleno KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Sabtu (2/11/2019)

 

PRESIDEN Joko Widodo membahas isu krisis kemanusiaan di Rakhine State (Myanmar) dan Palestina dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, saat pertemuan bilateral keduanya selepas sesi Pleno KTT ke-35 ASEAN.

Kepala Negara menyampaikan pandangan terkait situasi terkini terhadap dua isu tersebut. Tak hanya itu, Presiden juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi bagi upaya penyelesaian masalah.

"Presiden menyampaikan observasinya terhadap dua isu tersebut. Sekali lagi, Indonesia secara aktif bersedia, more than ready, untuk berkontribusi dalam upaya penyelesaian dua masalah yang tidak mudah itu," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral, berdasarkan keterangan resmi.

Sekjen PBB menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Joko Widodo atas kontribusi Indonesia dalam upaya penyelesaian dua isu tersebut.

Baca juga: Jersey Nomor 21 untuk Jokowi dan Indonesia

Meski hingga saat ini situasi di Rakhine State dan Palestina masih belum menemui hasil yang diharapkan, baik Presiden Joko Widodo maupun Sekjen PBB memiliki pandangan yang sama yakni seluruh pihak tetap harus menjaga asa bagi penyelesaian krisis tersebut.

"Kita tidak boleh putus asa. Kita harus terus berusaha karena dua-duanya pada akhirnya menyangkut masalah kemanusiaan," tutur Retno.

Untuk diketahui, selama pertemuan bilateral tersebut, Presiden Joko Widodo juga didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More