Sabtu 02 November 2019, 15:30 WIB

Pemerintah Masih Optimistis Terkait Penerimaan Pajak

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Masih Optimistis Terkait Penerimaan Pajak

MI/Andri Widiyanto
BPRD DKI Jakarta menggelar Program Keringanan Pokok dan Penghapusan Sanksi (denda) Pajak Daerah di Car Free Day Jakarta

 

DIREKTUR Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Yon Arsal menyebut, hingga akhir Oktober, penerimaan pajak baru mencapai kisaran Rp1.000 triliun.

Angka tersebut masih jauh dari target pendapatan pajak sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp1.577,56 triliun.

Kendati demikian, Yon masih optimistis target masih bisa dicapai. Pasalnya, masih ada sektor pajak yang bisa digenjot, salah satunya dari sektor Pajak Pertambahan Nilai dari Perusahaan dan Pajak Penghasilan Pasal 21 atau PPh 21.

"Kan proyek-proyek yang pencairan mereka baru November dan Desember. Jadi masih bisa signifikan dalam dua bulan," ujar Yon, Sabtu (2/11).

Baca juga: Investor Dinilai Optimistis atas Prospek Ekonomi RI

Ada pula Pajak Penghasilan pasal 21 (PPH 21) atau pajak atas orang pribadi.

Yon mengatakan, banyak wajib pajak yang mengalami kurang bayar selama Januari-Oktober sehingga baru akan disetorkan pada akhir tahun.

Ia menyebut, berdasarkan penghitungan terakhir, pemerintah memprediksi shortfall atau kekurangan penerimaan pajak sampai akhir tahun bisa mencapai Rp140 triliun.

"Tingginya shortfall karena tekanan ekonomi global yang sedang terjadi. Itu membuat investasi yang masuk tidak maksimal," terangnya.

Akhirnya, pemerintah harus mengeluarkan jurus berupa insentif pengurangan beban pajak untuk bisa menarik lebih banyak penanam modal yang masuk. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More