Sabtu 02 November 2019, 14:15 WIB

Guardiola Sepakat dengan Klopp Keluhkan Kepadatan Jadwal

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Guardiola Sepakat dengan Klopp Keluhkan Kepadatan Jadwal

AFP/Christof STACHE and Paul ELLIS
Juergen Klopp (kiri) dan Pep Guardiola

 

PELATIH Manchester City Pep Guardiola, Jumat (1/11), mengaku sepakat dengan pelatih Liverpool Juergen Klopp terkait padatnya jadwal yang harus dijalani klub papan atas Liga Primer Inggris.

Sebelumnya, Klopp mengkritik banyaknya laga yang harus dijalani the Reds termasuk berbenturannya laga perempat final Piala Liga melawan Aston Villa dengan keikutsertaan klub asal Merseyside itu di kompetisi Piala Dunia Antarklub di Qatar, Desember mendatang.

Guardiola sebenarnya diuntungkan dengan padatnya jadwal Liverpool dalam persaingan menjadi juara Liga Primer Inggris. The Reds telah memainkan 17 laga di lima kompetisi pada awal musim ini.

Namun, pelatih asal Spanyol itu ternyata sependapat dengan Klopp bahwa jadwal klub-klub papan atas Inggris terlalu padat.

Baca juga: Jadwal Padat Uji Racikan Klopp

"Saya sangat sepakat dengan Juergen. Satu-satunya cara mengatasi hal ini adalah laga yang lebih sedikit," ujar Guardiola dalam konferensi pers menjelang laga Liga Primer Inggris melawan Southampton.

"Ada kebutuhan memangkas jumlah pertandingan sehingga pemain memiliki waktu untuk pulih. Di masa Natal, kami harus bermain pada tanggal 27 dan kembali berlaga pada tanggal 29," keluh Guardiola.

"Perdebatan ini selalu terjadi. Mereka selalu membicarakannya di pertemuan UEFA. Untuk masalah ini, saya mendukung Juergen," tegasnya.

Manchester City telah memainkan 118 laga selama dua musim dan memenangkan lima trofi domestik. Guardiola menyebut perubahan komposisi pemain dan memilih prioritas laga menjadi satu-satunya pilihannya.

"Saya memilih untuk tidak memainkan pemain seperti Ilkay Gundogan, Kevin De Bruyne, dan David Silva di laga Piala Liga," aku Guardiola.

"Saya rasa Juergen dan Arsenal melakukan hal yang sama. Pengecualiannya adalah Manchester United mengingat kondisi mereka," pungkasnya. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More