Sabtu 02 November 2019, 09:57 WIB

Kadishub DKI Uji Coba Jalur Sepeda Fase Tiga

Tri Subarkah | Megapolitan
Kadishub DKI Uji Coba Jalur Sepeda Fase Tiga

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Jalur sepeda di DKI Jakarta

 

KEPALA Dinas Perhubungan Syafrin Liputo melakukan uji coba jalur sepeda fase tiga dari Tomang, Jakarta Barat, sampai Terowongan Kendal, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11). Jalur tersebut membentang sepanjang 21 km.

"Hari ini, kami melakukan uji coba mulai dari Tomang, melintas di (jalur sepeda) fase dua dan satu MH Thamrin kemudian ke Matraman-Jantinegara, kemudian balik ke (Terowongan) Kendal. Total 21 km," kata Syafrin saat ditemui di Terowongan Kendal, Sabtu (2/11).

Adapun rute yang dilalui dalam uji coba tersebut adalah Tomang Raya-Cideng-Kebon Sirih-MH Thamrin-Imam Bonjol-Diponegoro-Salemba Raya-Matraman-Jatinegara Timur-Jatinegara Barat-Matraman-Proklamasi-Diponegoro-Imam Bondjol-Sudirman-Blora-Kendal.

Sebelumnya, ada dua fase jalur sepeda yang sudah dilakukan uji coba.

Baca juga: Selesai Direnovasi, Halte Tosari Resmi Beroperasi

Jalur fase satu membentang sepanjang 25 km dari Jalan Pemuda sampai Balai Kota. Sedangkan untuk fase dua dari Fatmawati sampai Terowongan Kendal sepanjang 23 km.

Uji coba ketiga jalur sepeda yang sudah ada akan dilakukan sampai 19 November 2019.

"Tanggal 20 November akan ditetapkan bahwa jalur sepeda berlaku efektif. Artinya, pada saat ditetapkan, akan ada penegakan hukum yang diberikan kepada pelanggar jalur sepeda," ujar Syafrin.

Syafrin mengatakan, selama proses uji coba tersebut, pihaknya akan meminta masukan dari khalayak. Hal tersebut dilakukan agar jalur sepeda mampu memenuhi harapan masyarakat.

"Kita akan meminta masukan kepada masyarakat, kepada komunitas yang menggunakan jalur sepeda- yang seperti apa yang ideal untuk berktivitas. Kemudian ini kita akan deliver sehingga jalur sepeda yang akan ditetapkan pada tanggal 20 nanti adalah sesuai dengan ekspektasi yang masyarakat harapkan," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More