Sabtu 02 November 2019, 10:00 WIB

McGregor Didenda karena Aksi Pemukulan

Antara | Olahraga
McGregor Didenda karena Aksi Pemukulan

AFP/Kirill KUDRYAVTSEV
Conor McGregor

PETARUNG bela diri campuran (mix amrtial arts) Conor McGregor mendapat hukuman dan denda sebesar 1.000 euro (setara Rp15,56 juta) lantaran menghajar seorang pria yang menolak tawaran whiskey darinya di sebuah pub di Dublin, April lalu.    

Pemegang gelar juara kelas ringan dua kali Ultimate Fighting Championship (UFC) itu telah dibebaskan, Jumat (1/11) setelah mengaku bersalah dan meminta maaf kepada korbannya di Pengadilan Distrik Dublin.    

"Apa yang saya lakukan itu salah. Saya ingin meminta maaf lagi kepada pihak yang terluka. Saya juga menjamin bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," kata McGregor di Pengadilan Dublin.    

Pria yang dipukul pun telah menyatakan dalam sebuah surat yang dikirim ke pengadilan bahwa ia menerima permintaan maaf McGregor.    

Baca juga: Berguru di Negeri Ginseng

Pengacara McGregor, Michael Staines, meminta pengadilan memberi kliennya satu kesempatan terakhir. Staines juga memohon agar hukuman yang dilimpahkan tidak mengarah pada penolakan visa ke Amerika Serikat (AS) yang menurutnya dapat menyulitkan karier McGregor.        

McGregor, yang menolak berkomentar kepada media setelah sidang, pekan lalu, mengumumkan rencana untuk kembali ke oktagon UFC di Las Vegas pada 18 Januari menghadapi lawan yang tidak disebutkan namanya.    

Dia mengatakan dia ingin tiga pertarungan pada 2020, termasuk pertandingan ulang dengan Nate Diaz dan Khabib Nurmagomedov, yang mengalahkannya dalam laga perebutan gelar juara kelas ringan pada September lalu.    

McGregor merupakan sosok yang tidak asing dengan persidangan. April lalu, ia muncul dengan tiga dakwaan atas penyerangan dan tindakan kriminal.

Saat itu, di pengadilan New York, ia menjadi tersangka karena menyerang bus yang mengangkut para petarung UFC. Selain itu, ia juga melakukan kejahatan kriminal terkait dengan peristiwa pelemparan troli yang terkenal di Brooklyn Barclay's Center.    

Petarung berusia 31 tahun itu juga disanksi setelah mengebut di jalan N7 di antara Limerick dan Dublin, Republik Irlandia, dengan menggunakan Range Rover.

Ia memacu kendaraannya hingga 150 kilometer per jam pada Oktober 2017. Padahal jalan itu merupakan zona 100 kilometer per jam.    

Atas tindakan tidak patutnya itu, ia didenda 1.000 euro (Rp15,65 juta). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More