Sabtu 02 November 2019, 00:00 WIB

Empat Trayek Tol Laut Beraroma Monopoli

Ant/E-2 | Ekonomi
Empat Trayek Tol Laut Beraroma Monopoli

Ilustrasi/ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
Trayek tol laut terindikasi terjadi praktik monopoli.

 

DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyebut empat trayek tol laut terindikasi terjadi praktik monopoli.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko dalam diskusi di ruang wartawan Kemenhub, Jakarta, kemarin, menyebutkan empat trayek itu di antaranya di Namlea Kabupaten Buru (Maluku) dan Saumlaki di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Maluku).

Ada pula Dobo di Kabupaten Kepulauan Aru (Maluku), kemudian yang terakhir monopoli ditemukan di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

“Rata-rata laporannya karena di sana pengirimannya paling besar, di Maluku dan Papua memang paling banyak trayek,” katanya.

Wisnu mengatakan akibat monopoli tersebut, harga bahan pokok yang dikirim ke daerah tetap tinggi sekali pun sudah ada tol laut. Alhasil, program yang digagas Presiden Joko Widodo di periode pertama pemerintahannya itu tak berjalan efektif.

Wisnu menuturkan ada lima potensi terjadinya monopoli di trayek tol laut tersebut. Pertama, ’shipper/forwarder’ atau pengirim barang menguasai pemesanan kontainer, misalnya memakai nama perusahaan berbeda, tetapi sejatinya pemiliknya satu orang.

Kedua, pengirim barang bisa bersamaan menjadi ’con­seignee’ atau penerima. “Otomatis kan ada korelasi, kok pakai jasa itu terus,” katanya.

Ketiga, perusahaan operator yang melayani pengiriman barang tidak banyak, artinya persaingan yang sedikit membuat indikasi kartel.

Keempat, koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang menguasai satu pelabuhan sehingga tidak ada kompetisi.

Kelima, penerima barang masih mematok harga tinggi meskipun sudah disubsidi.

Dalam rapat kabinet yang digelar Rabu (30/10), di hadapan para menteri, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kegusarannya karena adanya swasta yang menguasai harga barang-barang kebutuhan yang diangkut melalui rute tol laut tersebut. (Ant/E-2)

Baca Juga

Antara

Kemenperin : Penyerapan Tenaga Kerja Industri Turun Jadi 17,4 Juta

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 November 2020, 14:46 WIB
Angka tersebut, kata Eko, menurun dibanding Agustus tahun lalu yang mencapai 18,93 juta orang atau 14,96% dari total tenaga kerja...
Antara

UMKM Papua Bisa Fokus Pada Komoditas Unggulan

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 26 November 2020, 14:40 WIB
Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke depan harus berbasis kearifan lokal dan menghubungkan UMKM ke dalam ekosistem...
 ANTARA/Oky Lukmansyah

Kemenperin Proyeksikan Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 3,95%

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 November 2020, 14:36 WIB
Pada kuartal III 2020 industri pengolahan nonmigas masih mengalami kontraksi sebesar minus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya