Jumat 01 November 2019, 23:00 WIB

Berguru di Negeri Ginseng

Despian Nurhidayat | Olahraga
Berguru di Negeri Ginseng

ANTARAFOTO/INASGOC/Faruqi
Atlet anggar putra.

DEMI meraih hasil terbaik di SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina, sejumlah induk cabang olahraga (cabor) menerbangkan atlet-atletnya ke luar negeri untuk berlatih. Cabor karate dan anggar, misalnya, yang sama-sama mengirimkan pasukannya ke Korea Selatan (Korsel). Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) ­mengungkapkan alasan dipilihnya Korsel sebagai tempat menimba ilmu lantaran negara tersebut unggul di cabor anggar.

“Basis kekuatan anggar di Asia itu ada di Korsel. Kemarin waktu Asian Games 2018 juga mereka juara umum. Bahkan turnamen U-23 di Thailand kemarin juga mereka juara umum dengan perolehan tujuh medali emas,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Ikasi Muslimin kepada Media Indonesia, kemarin.

Muslimin mengatakan bahwa saat ini dari total 18 atlet yang akan berlaga di SEA Games, 12 di antaranya sudah berada di Korsel sejak ­September. Rencananya, mereka akan berlatih di ‘Negeri Ginseng’ hingga mendekati waktu pembukaan SEA Games.

Lebih lanjut, Muslimin menyatakan bahwa Indonesia bukan negara satu-satunya yang menjadikan Korsel sebagai guru. Vietnam juga melakukan hal yang sama seperti Korsel dan bahkan mengambil pelatih dari negara tersebut. “Kekuatan anggar di Asia Tenggara sendiri saya rasa ada di Vietnam, Thailand, dan ­Filipina. Kalau Vietnam memang juara umum dua tahun lalu,” kata Muslimin.

Selain dari cabor anggar, sebagian atlet-atlet Taekwondo Indonesia (TI) juga sudah berada di Korsel untuk berlatih. Mereka yang sudah tiba di Korsel ialah atlet kyorugi dan akan kembali ke Tanah Air pada 13 November. Kemarin, atlet poomsae baru berangkat dan pulang ke Indonesia pada 21 November.

“Di Korsel bukan ikut kejuaraan, tapi latih tanding atlet lokal. Karena kan memang taekwondo sendiri berasal dari Korsel dan pematangan para atlet saya rasa akan sangat baik di sana. Setelah latihan di sana, kita bisa siap untuk turun dan berlaga,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi TI Yefi Triaji.

Debut di Filipina

Jika Ikasi dan TI memilih untuk mengirimkan atletnya untuk latihan di luar negeri, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia memilih sebaliknya. Tempat latihan atlet-atlet POSSI yang akan turun di disiplin underwater hockey, berlokasi di Stadion Renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Menurut Ketua Umum (POSSI) Buyung Lalana persiapan para atletnya kini sudah mencapai tahap maksimal. Dia pun meminta agar para atlet mampu menjaga kebugarannya hingga waktu pertandingan nanti di Filipina.

Meski terbilang baru pertama kali berlaga di ajang SEA Games, tim underwater hockey Indonesia telah bertekad untuk meraih medali emas. Buyung menambahkan bahwa dia sangat optimistis Indonesia punya peluang untuk merebut medali emas di SEA Games nanti. “Kita juga punya peluang ini (meraih emas) di nomor putra,” kata Buyung.

Di Asia Tenggara, Filipina dan Singapura masih mendominasi cabor underwater hockey. Namun, menurut ­ketua tim underwater hockey Indonesia Andika Gerald, ada strategi yang telah disiapkan jika memang harus menghadapi tim dari kedua negara tersebut. (R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More