Jumat 01 November 2019, 18:26 WIB

Tiongkok Tidak Akan Toleransi Penolakan Sistem Hong Kong

Melalusa Suhstira Khalida | Internasional
Tiongkok Tidak Akan Toleransi Penolakan Sistem Hong Kong

AFP/Shen Chunyao
Direktur Hong Kong, Macau, dan Hukum Dasar Partai Komunis Tiongkok Shen Chunyao

 

PEMERINTAH Tiongkok tidak akan memberikan toleransi setiap penolakan atau penentangan terhadap sistem pemerintahan Hong Kong di bawah prinsip “Satu Negara, Dua Sistem”. Beijing juga mengatakan tidak akan membiarkan campur tangan asing dalam urusan Hong Kong.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior Tiongkok setelah Partai Komunis Tiongkok mengadakan pertemuan selama empat hari yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.

“Para pemimpin partai sepakat untuk lebih meningkatkan sistem pemerintahan pusat pemerintahan di kawasan Hong Kong serta mempertahankan kemakmuran dan stabilitas jangka panjangnya,” terang Direktur Komisi Urusan Hong Kong, Macau dan Hukum Dasar, Shen Chunyao, Jumat (1/11).

Tiongkok disebut berencana untuk mengubah sistem pemilihan atau mengganti kepemimpinan setelah demonstrasi berbulan-bulan melanda kota semiotonom tersebut.

Tiongkok, lanjutnya, tidak akan pernah menoleransi tindakan apa pun yang bertujuan untuk memecah belah negara atau membahayakan keamanan nasional. Sebaliknya, Shen mengatakan para pemimpin Partai Komunis Tiongkok akan meningkatkan patriotisme di Hong Kong.

Baca juga : Joshua Wong Dilarang Calonkan Diri di Pemilu Hong Kong

“Para pemimpin partai membahas cara-cara untuk meningkatkan mekanisme penunjukan dan pencopotan kepala eksekutif serta pejabat tinggi Daerah Administratif Khusus Hong Kong oleh pemerintah pusat Tiongkok. Sistem hukum kota juga akan ditingkatkan untuk menjaga keamanan nasional,” pungkas Shen.

Sebelumnya, sistem pemilihan tidak langsung Kepala Eksekutif Hong Kong menjadi sumber gesekan besar bagi para pemimpin Hong Kong itu sendiri karena tidak memperoleh mandat dari rakyat. Kepala Eksekutif Hong Kong saat ini dipilih oleh komite berjumlah 1.200 orang yang pro-Beijing.

Pemerintah pusat Tiongkok sejauh ini menyatakan kepercayaannya pada Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan Kepolisian Hong Kong untuk mengatasi demonstrasi yang dimulai sejak pertengahan Juni.

Namun, semua perhatian berfokus pada kemungkinan Partai Komunis Tiongkok akan memaksakan kendalinya jika demonstrasi kian tak terkendali.

Pasukan Kepolisian Bersenjata Rakyat (PAP) Tiongkok dikerahkan selama musim panas di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong. Hal tersebut lantas memicu spekulasi bahwa Beijing bersiap untuk campur tangan mengendalikan demonstrasi Hong Kong sewaktu-waktu. (AFP/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More