Jumat 01 November 2019, 18:00 WIB

Temukan Retak, Qantas KandangkanTiga Pesawat Boeing 737NG

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Temukan Retak, Qantas KandangkanTiga Pesawat Boeing 737NG

AFP/Saeed KHAN
Seorang perempuan berjalan di depan logo maskapai penerbangan Australia Qantas

 

MASKAPAI Australia Qantas menemukan retak halus atau garis rambut retak di tiga pesawat Boeing 737NG milik mereka ketika maskapai penerbangan di seluruh dunia memeriksa pesawat jenis tersebut di armada mereka.

"Dari 33 pesawat 737 Qantas yang memerlukan inspeksi, tiga ditemukan memiliki garis retak rambut dalam struktur garpu acar," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan, merujuk pada bagian yang membantu mengikat sayap ke badan pesawat.

"Pesawat-pesawat ini telah diberhentikan dari layanan untuk diperbaiki," imbuh Qantas, Jumat (1/11).

Boeing sebelumnya mengumumkan, Kamis (31/10), puluhan pesawat 737NG yang populer telah ditarik dari layanan setelah retakan terdeteksi.

Regulator Amerika Serikat, awal bulan ini, memerintahkan inspeksi pesawat NG yang lebih tua, mengarahkan pesawat dengan lebih banyak jam terbang untuk diperiksa dalam waktu tujuh hari.

Baca juga: Sanksi Baru AS Bidik Sektor Konstruksi Iran

Seorang juru bicara Boeing mengatakan kepada AFP di Sydney kurang dari 5% dari 1.000 pesawat ditemukan mengalami keretakan dan harus diperbaiki.

Maskapai Korea Selatan, Korean Air, dan maskapai penerbangan Amerika Serikat, Southwest Airlines, juga mengeluarkan 737NG dari layanan mereka setelah retakan ditemukan di garpu acar, sementara beberapa maskapai terkemuka lainnya mengatakan inspeksi belum menemukan keretakan pada pesawat mereka.

Seorang juru bicara Singapore Airlines mengatakan kepada CNA, Jumat (1/11), armada Boeing 737NG SilkAir tidak terpengaruh.

Kerumitan baru menambah masalah yang dihadapi pabrikan AS, yang telah menghadapi kejatuhan laba, pengawasan federal, dan seruan agar CEO-nya mengundurkan diri setelah kecelakaan mematikan yang melibatkan 737 MAX, pesawat penerus 737NG.

Boeing dan Qantas menekankan para wisatawan atau pelancong tidak perlu mengkhawatirkan masalah dengan 737NG karena sudah dikandangkan.

"Kami tidak akan pernah menerbangkan pesawat yang tidak aman," kata Andrew David, CEO Qantas Domestik. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More